'Monster' Anak Asal Australia Akhirnya Mengaku Pedofilia

Senin, 18 Januari 2016 – 11:16 WIB
ILUSTRASI. FOTO: Pixabay.com

jpnn.com - DENPASAR – Kegigihan penyidik Ditreskrimum Polda Bali mengungkap kasus pedofilia yang melibatkan monster anak asal Australia, Robert Andrew Fiddes Ellis, 70, akhirnya membawa hasil. Empat hari pasca ditahan penyidik, tersangka, Jumat (15/1) akhirnya mengakui dirinya terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap beberapa anak di bawah umur alias pedofilia.

Informasi yang berhasil dihimpun Bali Express (Grup JPNN.com), pengakuan si monster tua ini disertai fakta memilukan. Jumlah korban yang semula delapan orang kembali bertambah menjadi 15 orang.

BACA JUGA: Penyidik vs Fahri Hamzah, KPK harus Bersikap!

Sebagai catatan, pada awalnya penyidik mengungkap ada empat korban. Keesokan harinya, jumlah korban kembali bertambah 4 orang. Tapi, kemarin, korban kembali bertambah jadi 7 orang. Total, korban si monster anak menjadi 15 orang. Kemungkinan jumlah korban bertambah mengingat ada 32 daftar anak yang masuk buku catatan tersangka.

Saat bersaksi, Robert didampingi kuasa hukum dari Peradi. Tersangka yang menetap di Bali sejak tahun 2013 itu diketahui bersikap kooperatif. Meski demikian konfrontasi antara pelaku dan para korban belum terwujud.

BACA JUGA: Dor! Anggota Kelompok Teroris Terjengkang

Kabidhumas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto menerangkan bahwa delapan korban berusia rata-rata 10 hingga 13 tahun itu kini telah dikembalikan kepada para orang tua kandungnya yang sebagian besar berasal dari Karangasem.

“Para korban sudah dikembalikan ke orang tuanya masing-masing,” ujar sumber koran ini di Ditreskrimum.

BACA JUGA: Warga Tolak Makamkan Pelaku Teror Bom Sarinah

Menurut sumber koran ini, dalam pemeriksaan, seorang korban kepada penyidik mengaku menerima perlakuan biadab tersangka Robert. Untuk memuluskan aksinya bulusnya, para korban yang sebagian besar berasal dari keluarga ekonomi kelas bawah diiming-imingi hadiah berupa sepeda gayung, sandal, tas, dan boneka.

Bahkan ada juga anak-anak yang dirayu dengan behel gigi serta uang tunai. Tersangka beraksi saat korban mandi bareng dengan dirinya.

“Saat mandi inilah para korban dicabuli menggunakan jari tangan. Keterangan korban seperti itu,” ujar Kabidhumas Polda Bali Kombes Herry Wiyanto.(ken/rdr/mus/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelaku Bom Thamrin Pernah Baku Tembak dengan Polisi Aceh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler