Moratorium Ditunda, Persiapan Unas Jalan Lagi

Kamis, 08 Desember 2016 – 10:41 WIB
UN. Foto: dok.JPNN

SURABAYA - Pemerintah memutuskan untuk tidak menyetujui penangguhan unas. Karena itu, persiapan unas di sekolah-sekolah menggelinding kembali. Termasuk di Surabaya

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman mengatakan tetap menyiapkan dua skenario.

Pertama, skenario ketika unas diberlakukan. Kedua, skenario bila pemerintah akhirnya melaksanakan kebijakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN).

Saat ini sejumlah rencana sudah digagas. Di antaranya, anggaran yang sudah dialokasikan untuk ujian SD/MI se-Jatim dialihkan untuk pelaksanaan ujian SMA/SMK.

Sebab, per 1 Januari, SMA/SMK sudah dikelola provinsi.

"Dengan tidak disetujuinya moratorium unas, kita tunggu kebijakan lebih lanjut," katanya kemarin (7/12).

Selama ini, lanjut Saiful, tahap persiapan pelaksanaan unas tetap berlangsung.

Artinya, pendataan nominasi ujian nasional sudah dilakukan.

Saat ini tahap pendataan nominasi tersebut ada di tiap kabupaten/kota.

"Biasanya per Januari sudah tahap nominasi di provinsi," tuturnya.

Selanjutnya, dilakukan rekapitulasi data dari seluruh sekolah.

Yang pasti, pihaknya menunggu kebijakan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait dengan unas tersebut.

Terutama untuk melanjutkan tahap-tahap menjelang pelaksanaan unas.

Di antaranya, lelang soal bagi sekolah yang belum menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Demikian juga kisi-kisi soal. Belum ada instruksi lebih lanjut mengenai hal itu.

"Kami tunggu petunjuk teknisnya dulu," jelasnya.

Meski begitu, pihaknya mengimbau kepada sekolah, siswa, maupun orang tua untuk tidak waswas.

Baik dengan unas maupun USBN, siswa tetap harus dipersiapkan dengan baik.

Orang tua, kata dia, juga sudah selayaknya membekali putra-putrinya dalam menghadapi ujian. Orang tua perlu memercayakan putra-putrinya kepada sekolah.

"Tidak perlu stres," tuturnya.

Sebelumnya, kekhawatiran wali murid muncul karena unas menjadi tolok ukur kelulusan. Sekarang unas memang bukan lagi syarat lulus.

Karena itu, orang tua atau wali murid tidak perlu khawatir. Demikian juga sekolah. Saiful meminta sekolah tetap jujur.
"Kualitas harus dijaga," ujarnya.

Meski sempat waswas, pihak sekolah tetap melakukan persiapan menjelang unas. SMAN 9, misalnya.

Kepala SMAN 9 Moch. Shadali mengatakan, selama belum ada keputusan dari pemerintah pusat tentang moratorium unas, pihaknya tetap melakukan persiapan.

Program-program yang sudah disiapkan pun dijalankan sebagaimana mestinya.

Shadali menyampaikan kepada para siswa agar tidak cemas.

Yang penting, kata dia, persiapan harus dilakukan dengan baik sehingga tidak lengah jika sewaktu-waktu ada keputusan yang berubah.

Saat ini para siswanya sudah menyelesaikan ujian akhir semester.

"Sekarang sedang remidi," katanya.

Menurut Shadali, persiapan intensif untuk ujian nasional dilakukan mulai tahun depan.

Termasuk tryout yang dilaksanakan mulai Februari. Siswa diajak untuk belajar soal-soal ujian secara online.

"Kami juga antisipasi kalau ada esai, kami siapkan. Latihan-latihan soal multiple choice dan isian," terangnya.

Rencana moratorium unas memang sempat membuat galau para siswa maupun guru.

"Kami sampaikan saat upacara, apa pun aturan pemerintah, kita ikuti. Yang penting, kita siap dengan apa pun model ujiannya," jelasnya. (puj/ant/c7/git/flo/jpnn)

BACA JUGA: Jika UN Dihapus, Bagaimana Nasib Lembaga Bimbel?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Bukti Wajib Belajar 9 Tahun Berjalan Sukses


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler