MPR Gelar FKP di Universitas Muhammadiyah Palembang, Ini Rekomendasi yang Dihasilkan

Sabtu, 11 November 2023 – 20:17 WIB
Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Setjen MPR Indro Gutomo saat menjadi narasumber pada Forum Konsultasi Publik di Universitas Muhammadiyah Pelmbang, Jumat (10/11) petang. Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com, PALEMBANG - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) tentang evaluasi pelayanan publik MPR bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palembang.

FKP yang mengangkat tema 'Evaluasi Pelayanan Publik MPR RI Melalui Penerimaan Delegasi dan MPR Digital Library' itu berlangsung di Ballroom Hotel The Zuri, Palembang, Jumat (10/11) petang.

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah Dukung Kesetaraan dalam Kerja Sama Ekonomi Dunia

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik MPR sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

“Dengan FKP ini, kami mengharapkan segenap civitas akademika Universitas Muhammadiyah Palembang bisa mengenal lebih dekat tentang MPR dan locus-locus pelayanan publik yang ada di MPR," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Setjen MPR Indro Gutomo dalam keterangannya, Sabtu (11/11).

BACA JUGA: Timnas U-17 Indonesia Imbangi Ekuador 1-1, Bamsoet: Hasil Seri Ini Patut Diapresiasi

Selain itu, lanjut Indro Gutomo, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dengan memberikan saran dan masukan dalam rangka perbaikan layanan publik MPR.

Dia menjelaskan tujuan Forum Konsultasi Publik bekerjasama dengan perguruan tinggi adalah untuk mendapatkan dua jenis evaluasi dari kalangan akademisi.

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Dorong Proses Pembelajaran Sesuai Kebutuhan Siswa

Pertama, evaluasi dari para mahasiswa atau perguruan tinggi yang pernah berkunjung ke MPR diharapkan bisa memberi masukan dan saran atau rekomendasi ke lembaga tersebut.

Kedua, mahasiswa atau perguruan tinggi yang memang belum pernah berkunjung ke MPR.

“Universitas Muhammadiyah Palembang, termasuk yang belum pernah berkunjung ke MPR. Karena itu, di sini kami akan memperkenalkan jenis pelayanan publik di MPR RI," terangnya.

Dia berharap para peserta dapat mengajukan pertanyaan seputar pelayanan publik dan kelembagaan MPR, serta memberikan saran dan masukan.

"Saya berharap ada rekomendasi dari Universitas Muhammadiyah Palembang,” ujarnya.

Indro Gutomo mengungkapkan MPR telah tiga kali menyelenggarakan FKP dengan melibatkan peran aktif mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum, sebagai pengguna layanan MPR.

Dia menyebutkan FKP MPR RI telah dilaksanakan di Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Rekomendasi FKP di Universitas Lambung Mangkurat adalah agar sosialisasi Empat Pilar MPR masuk ke dalam kurikulum pendidikan," sebut Indro Gutomo.

Berikutnya, FKP di IAIN Syekh Nurjati Cirebon menghasilkan rekomendasi perlunya penyempurnaan media sosial MPR agar dikenal masyarakat.

Sementara, rekomendasi FKP di Universitas Muhammadiyah Bengkulu adalah perlunya MPR Corner di Universitas Bengkulu.

"Pada hari ini kami harapkan rekomendasi dari Universitas Muhammadiyah Palembang,” imbuhnya.

Narasumber dari staf pengajar Universitas Muhammadiyah Palembang, Darmadi Jufri mengapresiasi MPR RI yang langsung turun ke masyarakat untuk meminta masukan dari perguruan tinggi tentang evaluasi layanan publiknya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Abid Djazuli juga menyambut baik penyelenggaraan FKP MPR ini dengan harapan kegiatan ini akan meningkatkan mutu akademik bagi lingkungan kampus yang dipimpinnya.

“Kami juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjalin kerja sama saling menguntungkan dalam pelaksanaan catur dharma perguruan tinggi,” ujar Abid Djazuli.

Pustakawan Ahli Madya Biro Humas dan Layanan Informasi Setjen MPR RI Yusniar dalam sambutannya mengundang civitas akademika Universitas Muhammadiyah Palembang untuk berkunjung dan melihat langsung MPR yang berada di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

“Perpustakaan MPR memiliki koleksi buku-buku khusus yang hanya dimiliki oleh MPR, seperti jurnal, hasil kajian, dan risalah sidang-sidang MPR," jelas Yusniar.

Karena itu, Yusniar berpesan jikai berkunjung ke MPR, para mahasiswa bisa melihat buku-buku tersebut.

"Buku-buku khusus itu juga bisa diakses melalui aplikasi MPR Digital Library yang tersedia pada platform android Playstore,” terangnya.

Sebagai informasi, FKP MPR RI bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palembang ini menghasilkan rekomendasi beberapa.

Pertama, perpustakaan MPR perlu diperkaya dengan buku-buku di luar buku tentang hukum dan ketatanegaraan.
Kedua, perlunya pengayaan materi dalam penerimaan delegasi masyarakat.

Selain materi kelembagaan MPR RI perlu juga materi-materi lainnya, misalnya tentang peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.

Selain Indro Gutomo, turut berbicara sebagai narasumber dalam FKP MPR, yakni Yenita Revi (Kepala Subbagian Hubungan Antarlembaga), Yusniar (Pustakawan Ahli Madya, Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi), dan Darmadi Djufri, SH, MH (staf pengajar Universitas Muhammadiyah Palembang).

Kegiatan ini dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Abid Djazuli, beserta jajaran civitas akademi Universitas Muhammadiyah Palembang. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler