MPR Sosialisasi 4 Pilar di Pesantren Al Falak

Minggu, 02 Desember 2018 – 17:58 WIB
Kepala Biro Humas Humas Setjen MPR Siti Fauziah saat Sosialisasi Empat Pilar di Pondok Pesantren Al Falak, Pagentongan, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (1/12) malam. Foto: Humas MPR

jpnn.com, BOGOR - Pondok Pesantren Al Falak, Pagentongan, Bogor, Jawa Barat menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (1/12) malam. Maulid Nabi yang digelar di pesantren yang berdiri tahun 1901, kali ini berbeda dengan tahun yang sebelumnya.

Tahun ini acara yang digelar rutin di pesantren yang didirikan oleh KH. Tubagus Falak dibarengkan dengan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau Empat Pilar MPR.

BACA JUGA: Mahyudin: Negara Ini Rusak Karena Korupsi

Dalam kegiatan ini hadir antara lain anggota MPR dari Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Bupati Bogor Ade Yasin, Ketua PCNU Kabupaten Bogor Ifan Haryanto, Danrem 061/Suryakancana Kol. Inf. Mohammad Hasan, dan Kabiro Humas Setjen MPR Siti Fauziah.

Kegiatan Maulid itu ditujukan sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa cinta umat Islam kepada Nabi. Dengan meneladani Nabi diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Allah. Sebagai Majelis, peringatan yang digelar juga untuk ukhuwah dan silaturahim antara santri dan masyarakat.

BACA JUGA: Mahyudin: Jangan Pilih Politikus yang Main Uang

Dalam sosialisasi dengan tema “Membangkitkan Nilai-Nilai Kebangsaan Demi Keutuhan NKRI”, yang dibarengkan dengan Maulid Nabi dijadikan momentum untuk menyampaikan pesan-pesan nilai-nilai kebangsaan Empat Pilar MPR yakni Pancasila, UUD NRI Tahun, 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

BACA JUGA: Biro Humas Setjen MPR Evaluasi Kinerja Publikasi

Siti Fauziah dalam sambutannya memaparkan MPR memiliki berbagai metode untuk menyosialisasi Empat Pilar seperti cerdas cermat, outbond, TOT, seminar, perkemahan hingga pentas kesenian tradisional. “Kali ini lewat Maulid,” ujarnya.

Menurut Siti, pihaknya pernah sosialisasi dengan Ustaz Abdul Somad, kali ini dengan Ustaz Ahmad Muwafiq dari Jogyakarta.

Siti mengatakan sosialisasi yang melibatkan tokoh agama sudah sering dilakukan oleh MPR. “Saat di Riau pun kita juga melakukan hal yang sama,” tuturnya. 

Menurutnya, metode ini efektif sebab dalam ceramah yang disampaikan tokoh agama, ulama, kiai, ada pesan tuntunan dan panutan kehidupan agar selamat dunia dan akhirat.

“Sebagai sosok penting apa yang disampaikan tokoh agama pasti didengar dan dilakukan oleh masyarakat,” tuturmya.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua MPR Membuka Kejuaraan Taekwondo Nasional 2018


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler