Mudik Ogah Macet? Sewa Helikopter, Mumpung Diskon Besar

Minggu, 10 Juni 2018 – 09:52 WIB
Mudik sewa helikopter. Foto: Whitesky.co.id

jpnn.com - Dari Jakarta hendak mudik ke Bandung, tapi pusing duluan dengan bayangan kepadatan tol Cipularang? Atau kemacetan yang menghadang begitu memasuki ibu kota Jawa Barat itu?

SEKARING RATRI-AGFI SAGITTIAN, Jakarta

BACA JUGA: Seluruh Tol Fungsional Trans Jawa Bisa Dilalui

Tenaaang. Ada solusinya kok bagi Anda yang mengejar kenyamanan dan ketepatan. At certain price, tentu saja. Cukup 40 menit sudah bisa menginjakkan kaki di Kota Kembang dari ibu kota.

”Kadang kalau ada angin yang mendorong dari belakang, malah bisa cuma 38 menit sudah sampai Bandung dari Jakarta,” kata CEO PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmaja kepada Jawa Pos kemarin (9/6).

BACA JUGA: H-7 Lebaran, Arus Mudik di Madiun Masih Sepi

PT Whitesky Aviation adalah perusahaan yang menyediakan paket mudik dengan carter helikopter. Bahkan, ada diskonnya. Kalau biasanya harga normal Jakarta–Bandung Rp 18 juta, kini tarifnya didiskon tinggal Rp 12 juta untuk helikopter berkapasitas empat orang.

”Kalau yang heli untuk kapasitas enam orang harganya Rp 16 juta dari harga normalnya Rp 24 juta,” ucapnya.

BACA JUGA: Dua Rest Area di Tol Pejagan - Pemalang Siap Layani Pemudik

Bukan cuma Bandung. Tapi juga kota-kota di sekitar Jawa Barat lainnya seperti Bogor, Sukabumi, dan Cirebon. Bahkan, ada pula yang sampai ke Anyer di Serang, Banten.

Untuk yang memilih mudik dengan helikopter, selain durasi perjalanan yang pendek dan jaminan bebas dari kemacetan, fleksibilitas turut jadi pertimbangan. Sebab, saat ini Whitesky Aviation memiliki 203 titik pendaratan di wilayah Jakarta dan 53 di kawasan Bandung.

Banyaknya titik pendaratan tersebut memudahkan penumpang untuk terbang dari wilayah yang dekat dengan tempat tinggalnya. Dia mencontohkan, semisal calon penumpang tinggal di wilayah Karet. Dia bisa langsung terbang dari titik keberangkatan terdekat di Hotel Shangri-La.

Begitu juga lokasi pendaratan di Bandung. ”Kalau penumpang ingin mendarat langsung di kawasan Dago Atas ya bisa,” lanjutnya.

Selain itu, jelas Denon, penerbangan dengan helikopter tidak seperti penerbangan dengan maskapai yang terjadwal. Penumpang bisa berangkat kapan saja asal tidak di atas pukul 6 sore. Sebab, infrastruktur penunjang untuk penerbangan malam belum ada. Tipe helikopter yang disediakan ialah Bell 505 yang empat seat. Sedangkan yang kapasitas enam penumpang adalah Bell 429.

Untuk paket mudik tahun ini, ketua bidang penerbangan tidak terjadwal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) itu mengungkapkan, sejauh ini ada 15 calon penumpang yang sudah menanyakan tanggal penerbangan. Sementara yang sudah reserved tiga penumpang.

Untuk rute mudik, yang paling diminati adalah rute Jakarta–Bandung. Ada juga Jakarta–Sukabumi dan Jakarta–Cirebon. ”Kalau di Cirebon atau Sukabumi, kami biasanya landing di open area dengan seizin pemda, kepolisian, atau TNI setempat,” ungkapnya.

Di luar paket mudik, Denon menjelaskan, peminat jasa penerbangan dengan helikopter justru cukup tinggi. Dalam sehari, pihaknya bisa melayani rata-rata dua penerbangan. Atau 40 dalam sebulan.

Rute penerbangan yang paling banyak diminati biasanya Jakarta ke Bandung, Anyer, Cirebon, Sukabumi, Cikarang, Cikampek, dan sekitar Bogor. Helicity itu sendiri baru resmi dirilis pada Desember 2017. (*/c9/ttg)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menhub: Sebaiknya Mudik 10 dan 11 Juni


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler