Mufti Anam Sebut New Normal ala Erick Thohir Hasilkan 3 Dampak Positif

Senin, 18 Mei 2020 – 12:09 WIB
Mufti Anam. Foto: source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mendukung skenario New Normal yang digerakkan Menteri Erick Thohir di lingkungan kementeriannya.

Salah satu isi dari skenario tersebut ialah dengan mulai menginstruksikan karyawan di bawah usia 45 tahun untuk kembali masuk kerja pada 25 Mei, setelah sekitar dua bulan work from home.

BACA JUGA: Kritik Tajam Mardani Soal Narasi New Normal ala Jokowi

Kembali aktifnya karyawan tersebut tentu tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Skenario new normal, tatanan kehidupan baru yang produktif dan aman dari Covid-19 adalah keniscayaan," ujar Mufti Anam, Senin (18/5).

BACA JUGA: Kepada Aa Gym, Erick Thohir Mengaku Tidak Bahagia Jadi Menteri

"Ini bukan berarti mendahulukan ekonomi ketimbang kesehatan, karena penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi adalah langkah yang bisa dilakukan bersamaan dengan tahapan-tahapan. Kesehatan dan ekonomi bukan saling meniadakan,” imbuhnya.

Mufti menyebut, skenario new normal ala Erick Thohir akan melahirkan tiga dampak positif.

BACA JUGA: Mufti Anam Beri Jempol Untuk Kinerja Erick Thohir Tangani Corona

Pertama, gelora gaya hidup sehat akan semakin menonjol di lingkungan BUMN, yang melibatkan jutaan orang, mulai karyawan hingga ekosistemnya (keluarga sampai mitra kerja).

“Di surat edaran Pak Erick Thohir kan jelas bahwa perlu protokol kesehatan ini perlu menjadi budaya baru, menjadi gaya hidup keseharian. Kalau ini diterapkan disiplin, selain jangka pendek terhindar dari Covid-19, secara jangka menengah-panjang juga berdampak pada kualitas kesehatan jutaan orang di lingkungan BUMN. Kalau makin sehat, maka makin produktif,” ujarnya.

Dampak kedua, produktivitas ekonomi lokal dan nasional bisa bertahap ditingkatkan secara strategis.

Skenario new normal BUMN memungkinkan semua rencana bisnis kembali digerakkan dengan lebih cepat ketimbang WFH.

“Belanja modal dieksekusi, agenda ekspansi mulai ditata, yang mau bikin pembangkit bisa dipercepat, yang mau tambah cabang bisa dieksekusi, dan sebagainya. Operational expenditure pun keluar dari kantong perusahaan secara lebih besar ketimbang saat WFH,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Adapun dampak ketiga, menaikkan produktivitas ekonomi secara langsung yang berdampak ke masyarakat.

Menurut Mufti, untuk usia 45 tahun ke bawah, dengan tahapan-tahapan pengaturan dan tetap mengacu ke PSBB, ada ratusan ribu karyawan BUMN, baik karyawan tetap maupun kontrak, yang akan kembali bekerja.

“Mereka mulai berangkat sampai pulang kerja butuh transportasi, makan, ngopi, beli pomade, make up, semir sepatu, laundry baju kerja, jasa lain-lain, ya ini multiplier effect-nya langsung ke rakyat,” ujarnya.

Meski demikian, Mufti meminta semua BUMN disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Harus disiplin agar kita memasuki new normal dengan aman dari Covid-19,” ujarnya.

Menteri BUMN Erick Thohir menerbitkan surat edaran terkait Antisipasi Skenario The New Normal BUMN tertanggal 15 Mei 2020.

Erick mengizinkan karyawan usia 45 tahun ke bawah untuk kembali bekerja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan pembatasan-pembatasan tertentu. (*/adk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler