Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 Resmi Ditutup Kemendikbudristek 

Senin, 04 Juli 2022 – 23:18 WIB
Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek Restu Gunawan (kanan) mengatakan dari peninggalan sejarah di Trowulan, Kerajaan Majapahit sangat kaya akan rempah-rempahnya. Foto Humas Kemendikbudristek

jpnn.com, MOJOKERTO - Sebanyak 38 Laskar Rempah yang dinamai tim Cendana yang menumpangi Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci diajak menjajaki jejak Jalur Rempah di Trowulan, Mojokerto.

Museum Majapahit Trowulan, Candi Tikus, Candi Bajangratu, dan Candi Kedaton/Brahu menjadi bukti keberadaan peradaban Kerajaan Majapahit yang dikunjungi para Laskar Rempah di Trowulan.

BACA JUGA: Muhibah Budaya Jalur Rempah Kupang dan Wangi Abadi Kayu Cendana

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Restu Gunawan mengatakan dari peninggalan sejarah di Trowulan, Kerajaan Majapahit sangat kaya akan rempah-rempahnya.

Melalui kunjungan ini, kata Restu, Laskar Rempah bisa melihat berbagai peninggalan purbakala baik itu berupa candi, gapura, dan ribuan peralatan rumah tangga seperti terakota dan keramik.

BACA JUGA: Muhibah Jalur Rempah Pertemukan 4 Kesultanan Maluku Kie Raha di KRI Dewaruci

Menurut Restu, hampir seluruh desa di Kecamatan Trowulan didapati temuan-temuan arkeologis zaman Majapahit. Jarang masyarakat tahu akan kejayaan seperti ini, dan belum pernah melihat langsung.

"Kami berharap, mereka (Laskar Rempah) bisa menyiarkan kembali informasi yang didapatkan hari ini dengan gayanya sendiri kepada rekan-rekannya bahwa tempat ini menarik sebagai bahan pembelajaran,” ujar Restu dalam sambutannya pada penutupan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 di Mojokerto, Sabtu malam (2/7).

BACA JUGA: Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 Tiba di Makassar

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Utama Kemendikbudristek Siswanto mengutarakan kaitannya Jalur Rempah dengan Kerajaan Majapahit.

Menurutnya, Majapahit merupakan pusat peradaban dengan unsur kenegaraan, ekonomi dan politiknya pada zaman itu, di mana akhirnya rempah Indonesia menjadi rebutan bangsa asing.

Dia menyebutkan, salah satu relief rempah yang ditemukan arkeologi pada abad ke-14 di Candi Penataran Blitar adalah lada.

Hal ini dikarenakan adanya prasasti yang menyebutkan tentang perdagangan lada.

"Bisa dikatakan, salah satu perdagangan besar yang dilakukan Majapahit pada kala itu adalah lada,” kata Siswanto.

Dalam acara penutupan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 ini, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyambut gembira kedatangan Laskar Rempah ke Rumah Rakyat Mojokerto dengan jamuan makan malam dan atraksi seni budaya bertema “Spirit of Majapahit”.

Selain jamuan makan malam, acara ini dilengkapi dengan permainan tradisional Elingpiade dan iringan musik.

Pada Minggu (3/7), para Laskar Rempah juga akan menyusuri Kali Brantas yang sejak dulu merupakan salah satu jalur perdagangan utama di wilayah Jawa Timur.

Dalam kunjungan ini, para Laskar Rempah akan disambut dengan Tari Lenggang Kali Brantas, sebuah tarian yang menggambarkan tentang lika-liku Sungai Brantas dengan aliran air yang terkadang tenang dan terkadang juga deras.

Hal ini dapat dilihat melalui gerakan-gerakan tari yang mengalir, lincah, riang gembira, dan tegas.

Sebelum pulang ke daerahnya masing-masing pada Senin (4/7), Restu berharap program tersebut bisa menginspirasi para Laskar Rempah untuk menyebarluaskan narasi Jalur Rempah.

“Pengalaman tak terlupakan ini membuka mata mereka akan kekayaan Indonesia dari segi keragaman budaya sumber daya dan keindahan alam,” pungkas Restu. (esy/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler