Mundur dari Sekjen PSSI, Ratu Tisha Beber Catatan Kinerjanya

Senin, 13 April 2020 – 23:43 WIB
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria yang telah mengundurkan diri. Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ratu Tisha Destria sudah menyelesaikan tugasnya sebagai Sekjen PSSI. Dia beruntung, merasakan kursi kesekjenan di dua ketua umum yang berbeda.

Meski banyak kritik dari Komisi X DPR RI dan dianggap sudah overlapping oleh Ketum PSSI M Iriawan, perempuan 35 tahun itu memiliki catatan tersendiri.

BACA JUGA: Keceriaan Satu Keluarga di Perladangan Berakhir Duka, Sang Istri Tewas Mengenaskan

Tisha, mencatatakan rekor sebagai Sekjen perempuan pertama di PSSI. Sebelumnya, sosok yang mengurusi kesekretarian jenderal induk sepak bola Indonesia ini selalu diduduki oleh kaum Adam. Kemudian, Tisha juga merangkap menjadi wakil Indonesia di AFF dan AFC.

Ratu Tisha juga tak buruk-buruk sekali dalam mengatur PSSI. Namun, kiprahnya lebih terlihat saat melakukan lobi-lobi ke luar, misalnya dalam usaha menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

BACA JUGA: Ratu Tisha Mundur dari Sekjen PSSI, Iwan Bule Bilang Begini

Dia yang ambil peran komunikasi dengan FIFA, sampai akhirnya keputusan dan finalisasi di surat dukungan pemerintah. Tanpa surat dari Presiden RI Joko Widodo, tak mungkin Indonesia bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Akhirnya, surat itu datang dan membuat Indonesia jadi tuan rumah.

Kemudian, Ratu Tisha yang menjadi murid Joko Driyono itu meminta kepada klub-klub untuk menjalankan kompetisi usia muda. Dia pun mendorong Elite Pro Academy, meskipun sejauh ini belum maksimal.

BACA JUGA: Info Terbaru dari Kapolrestabes Soal Oknum Polantas yang Meludahi Pengendara Mobil

"Bersama-sama kami telah memeriahkan kursus kepelatihan dan perwasitan di berbagai provinsi, memutar rantai Amatir dan Elit Usia Muda, membangun kerjasama dengan federasi kelas dunia, menghidupkan lini usaha kreatif, mengibarkan kembali sepakbola putri, dan puncaknya adalah terpilihnya Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20," klaim Ratu Tisha dalam rekaman suara pernyataan mundurnya. (dkk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler