Pilpres 2019

Mungkin Enggak sih Jokowi dan AHY jadi Satu Paket?

Jumat, 23 Februari 2018 – 20:15 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Instagram agusyudhoyono

jpnn.com, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan resmi mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) 2019. Sejumlah partai peserta Pemilu 2019 pun merespons, termasuk Partai Demokrat.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan, pencalonan Jokowi itu merupakan kewenangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

BACA JUGA: Jokowi Capres PDIP, PPP Mau Usulkan Cawapres?

Dia menilai wajar ketum partai mengusung kader terbaiknya sebagai capres. "Kami harus hargai seluruh hal-hal yang telah di-declare-kan untuk Jokowi menjadi capres dalam Pilpres 2019," kata Agus di gedung DPR, Jakarta, Jumat (23/2).

Pencalonan Jokowi tidak serta merta membuat Partai Demokrat memutuskan akan ikut mengusung atau tidak. Apalagi, partai berlambang bintang mercy itu sampai saat ini masih menjagokan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi the next leader, baik sebagai capres atau cawapres.

BACA JUGA: Jokowi Capres PDIP, Fahri Hamzah Bilang Begini..

Nah, seberapa besar kemungkinan Jokowi dan AHY bersanding? Atau malah langsung saling berhadapan di Pilpres 2019?

"Sampai saat ini untuk Pilpres, Partai Demokrat belum memutuskan, karena masih ada waktu panjang. Sekarang tahap koordinasi dan memutuskan apa yang terbaik untuk dilakukan," paparnya.

BACA JUGA: Jokowi Capres PDIP, PKB Sodorkan Cak Imin

Wakil Ketua DPR itu mengatakan kader-kader di daerah terutama kawula muda ingin AHY menjadi pemimpin. "Kami terus dorong dan melihat kemungkinan," tegasnya.

Apalagi, Partai Demokrat pada Pemilu 2014 hanya meraih sekitar sepuluh persen suara. Tidak bisa memenuhi syarat ambang batas presiden 20 persen untuk bisa mencalonkan sendiri.

Demikian juga partai lain, semua harus berkoalisi untuk mengusung calon. Saat ditanya apakah AHY akan disodorkan menjadi cawapres Jokowi, Agus menjawab diplomatis.

Dia mengatakan semua tergantung koordinasi dengan partai lain. Yang jelas, Agus mengatakan, secara karakteristik PD adalah partai penyeimbang, bukan koalisi maupun oposisi.

"Kami fleksibel, karena posisi kami penyeimbang. Tergantung koordinasi itu sendiri dan hasilnya apabila menuju kesempurnaan itulah yang diterapkan Partai Demokrat," paparnya. (boy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nama Cawapres Pendamping Jokowi Adalah....


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler