Mungkinkah Cuti Suami di PP Manajemen ASN sampai 60 Hari?

Kamis, 14 Maret 2024 – 09:59 WIB
PP Manajemen ASN akan mengatur hak cuti suami yang istrinya melahirkan. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Salah satu poin di PP Manajemen ASN yang ditargetkan terbit pada akhir April 2024 ialah soal cuti suami yang istrinya melahirkan atau keguguran.

Saat ini, pembahasan Rancangan PP Manajemen ASN sudah memasuki tahapan akhir.

BACA JUGA: Info Terbaru PP Manajemen ASN, Seleksi PPPK jadi Fokus Utama

Diketahui, PP Manajemen ASN merupakan regulasi turnan dari UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

Dalam rangka mematangkan substansi Rancangan PP Manajemen ASN, KemenPANRB membahas rancangan regulasi tersebut bersama Komisi II DPR RI dalam forum Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat di Jakarta, Rabu (13/3).

BACA JUGA: PP Manajemen ASN 305 Pasal, Menteri Anas Singgung Rekrutmen Honorer jadi Masalah

MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas menjelaskan, salah satu poin yang diatur dalam PP Manajemen ASN ialah hak cuti pendampingan bagi ASN pria yang istrinya melahirkan.

“Pemerintah akan memberikan hak cuti kepada suami yang istrinya melahirkan atau keguguran. Cuti mendampingi istri yang melahirkan itu menjadi hak ASN pria yang diatur dan dijamin oleh negara,” ujar Menteri Azwar Anas seusai rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Rabu (13/3).

BACA JUGA: Menteri Anas Pastikan Seluruh Honorer jadi PPPK, tetapi Ada Pengecualian

“Hak cuti tersebut merupakan aspirasi banyak pihak. Saat ini pemerintah meminta masukan dari stakeholder, termasuk DPR, terkait hal tersebut,” kata Menteri Anas, dikutip dari keterangan resmi Humas KemenPAN-RB.

Sebelumnya, kata Menteri Anas, cuti bagi ASN pria yang istrinya melahirkan tidak diatur secara khusus. Yang diatur hanya cuti melahirkan bagi ASN perempuan.

“Pemerintah berpandangan pentingnya peran ayah dalam pendampingan ketika sang istri melahirkan, termasuk saat fase-fase awal pasca-persalinan,” imbuh Anas.

Mantan kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menjelaskan, dengan pemberian hak cuti tersebut,diharapkan kualitas proses kelahiran anak bisa berjalan dengan baik.

Mengingat itu merupakan fase penting untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terbaik penerus bangsa.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, ini menjadi salah satu inisiatif untuk kita terus berupaya mendorong peningkatan kualitas SDM sejak dini,” ujar Anas.

Anas mengatakan, hak cuti bagi karyawan pria yang istrinya melahirkan, atau biasa disebut “cuti ayah”, sudah jamak diberlakukan di sejumlah negara dan perusahaan multinasional.

Waktu cuti yang diberikan bervariasi, berkisar 15 hari, 30 hari, 40 hari, hingga 60 hari.

Nah, soal berapa lama cuti suami yang akan dituangkan di PP Manajemen ASN, hingga saat ini belum diputuskan.

“Untuk waktu lama cutinya sedang dibahas bersama stakeholder terkait yang akan diatur secara teknis di PP dan Peraturan Kepala BKN,” kata Anas. (sam/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler