Nama Sandiaga Uno Beredar Sebagai Calon Ketua Umum PPP

Senin, 26 Oktober 2020 – 19:49 WIB
Sandiaga S Uno saat mengikuti debat cawapres pada Pilpres 2019. Foto: arsip jpnn.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Akhmad Baidowi menjelaskan ihwal adanya beberapa dewan pimpinan cabang (DPC) parpolnya yang memunculkan nama Sandiaga Uno sebagai calon ketua umum partai berlambang Ka'bah itu.

Mantan wartawan yang karib disapa Awiek itu mengatakan, munculnya nama Sandiaga merupakan wacana informal sebatas obrolan ringan saja alias tidak serius.

BACA JUGA: Bamsoet Sebut Usaha Sandiaga Uno Memajukan UMKM Patut Ditiru

"Jadi itu baru sebatas wacana obrolan ringan ya, informal. Bukan usulan yang serius. Saya tidak melihat ada keseriusan di situ," ujar Awiek menjawab jpnn.com, Senin (26/10).

Awiek menjelaskan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PPP juga sudah mengatur tentang syarat calon ketua umum.

BACA JUGA: Belajar dari Sandiaga Uno, Wirasuahawan Muda Bandung Ini Berhasil Ciptakan Lapangan Kerja

Menurut dia, calon ketum minimal harus satu periode menjabat di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) atau Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

Karena itu, kata Awiek, PPP tidak bisa serta-merta untuk mengambil calon dari eksternal PPP.

BACA JUGA: Ekonomi Indonesia dalam Ancaman, Sandiaga Uno: Obatnya UMKM

"Yang berikutnya calon eksternal nyalon di PPP itu terbentur AD/ART, yakni harus satu periode menjabat di DPP atau DPW. Jadi tidak bisa serta-merta," ujar sekretaris Fraksi PPP di DPR itu.

Lebih jaub Awiek menepis anggapan bahwa munculnya nama Sandi yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu merupakan krisis kepemimpinan di internal PPP.

"Kalau dikatakan krisis kepemimpinan, tidak benar. Banyak tokoh-tokoh nasional dari PPP," tegasnya.

Dia menambahkan bahwa wacana ini merupakan obrolan ringan saja dan tidak serius.

"Cuma kan kami hanya menyampaikan ada obrolan ringan. Namanya obrolan bisa saja, tetapi kan belum mengarah bentuk keseriusan," paparnya.

"Ya namanya saja orang obrolan guyonan politik yang ringan-ringan, ya boleh-boleh saja. Masa mau ngobrol-ngobrol dilarang," tambah Awiek.

Menurut dia, PPP tetap memprioritaskan kader internal untuk menjadi ketum.

"Kalau ketentuannya seperti itu (AD/ART) ya memang tidak ada perdebatan lagi (maupun) perbedaan pendapat," kata dia. (boy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler