NasDem Berani Usung Anies Sebagai Capres, Langkah Tepat?

Kamis, 06 Oktober 2022 – 13:44 WIB
Anies Baswedan Capres 2024 dari NasDem. Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago menilai Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengambil keputusan yang sangat berani, selalu terdepan dalam mengambil momentum politik.

Dia menyebutkan Partai NasDem dan Surya Paloh tentu saja sudah menghitung secara matematika politik, mengkaji secara terukur, pertimbangan matang sadap sehingga memutuskan mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

BACA JUGA: NasDem Deklarasikan Anies Jadi Capres, Golkar Pilih Fokus ke KIB

Namun, apakah keputusan politik itu sudah tepat?.

"Dalam konteks basis akar rumput, ada yang punya pandangan bahwa ketika NasDem mengusung Anies maka basis grassroot akan melemah dan berpotensi ditinggal pemilihnya sendiri karena terjadinya split ticket voting," ujar Pangi dalam keterangannya, Kamis (6/10).

BACA JUGA: Irma NasDem Dulu Getol Mengkritik Anies, Sekarang Masih Berani Enggak?

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu menjelaskan perilaku pemilih NasDem itu setidaknya bisa dilihat dari beberapa hasil survei terhadap pilihan kandidat bakal calon presiden NasDem hasil rakernas, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa. 

Pangi menyebutkan hasil survei yang dilakukannya pada Juli lalu menunjukkan untuk Indonesia Timur seperti Papua, NTT, Manado yang menjadi basis NasDem lebih signifikan memilih Ganjar sebesar 78,8 persen, Anies sebesar 36,7 persen.

BACA JUGA: Penjelasan Golkar Soal Pernyataan Akbar Tanjung Mendukung Anies Menjadi Capres 2024

Sebaliknya, Anies Baswedan justru unggul di DKI Jakata 81,3 persen, Jawa Barat, dan Banten.

"Ada potensi Nasdem melakukan penetrasi melebarkan wilayah basis pemilihnya, betulkah pemilih partai akan migrasi memilih NasDem apabila nantinya terbukti pengaruh Anies effect menguat?" ungkap dia.

Dia juga menyebutkan apakah benar NasDem piawai membaca peta politik atau sedang berburu efek ekor jas?"

Pangi menjelaskan semua partai punya kepentingan yang sama mengusung kandidat capres dalam rangka menyelamatkan elektabilitas partai, dalam konteks kandidat yang diusung membawa berkah electoral untuk partai. 

"Dengan kata lain, kunci kemenangan pemilu legislatif sangat ditentukan seberapa besar efek kandidasi capres ikut mendongkrak elektabilitas partai," jelas Pangi.

Atas dasar itu, dia menyebutkan NasDem akan berupaya sekeras mungkin untuk membangun identitas yang seolah sejalan dengan Anies.

Jika NasDem berhasil membentuk Anies adalah NasDem dan NasDem identik dengan Anies, peluang partai besutan Surya Paloh itu untuk mendapatkan insentif efek "ekor jas" pada kelender pemilu serentak nanti akan makin besar. 

"Namun, sebaliknya jika NasDem gagal dalam stempel identitas Anies, tidak akan memberikan dampak elektoral yang signifikan terhadap pertumbuhan, tetapi malah akan berpotensi sebagai pemantik konflik di internal partai," dia menambahkan.

Pangi juga menjelaskan NasDem tinggal menyakinkan Partai Demokrat dan PKS, untuk menjadi calon wakil presiden Anies Baswedan.

"Misalnya koalisi bersyarat Partai Demokrat, siap bergabung mengusung Anies dengan syarat membawa nama AHY sebagai cawapres pasangan Anies dan begitu juga PKS misalnya sepakat pada persamaan kepentingan dengan tawaran yang lebih praktis dengan meminta jatah menteri yang lebih banyak," ucap Pangi.

Tak hanya itu, menurut dia, cawapres menjadi faktor kunci yang sangat menentukan peta pilpres 2024.

"Salah menggandeng cawapres, kartu mati dan bunuh diri politik, sebab sejauh ini racikan elektoral calon presiden masih sangat kompetitif dan dinamis, tidak ada capres yang leading tanpa tanding elektabilitasnya," jelasnya.

Namun, Pangi menyebutkan setidaknya masyarakat sudah punya gambaran sementara peta koalisi, tetapi tidak tertutup kemungkinan bakal ada yang mengalami “patahan” atau makin mengerucut mendekati last minute batas pendaftaran pencalonan capres-cawapres. (mcr8/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anies Bebaskan Pajak Bumi Bangunan Untuk Lahan yang Digunakan Bertani


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler