Nazaruddin Beberkan Laporan Keuangan Demokrat Senilai Rp 35,8 Miliar

Selasa, 04 Desember 2012 – 23:25 WIB

JAKARTA — Muhammad Nazaruddin tak pernah berhenti menyerang Partai Demokrat. Saat menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini (4/12), ia memberikan dokumen laporan keuangan Partai Demokrat. Dalam tabel laporan itu tertera tulisan penerimaan kas, iuran anggota partai dengan total sekitar Rp35, 867 miliar.

Hari ini Nazaruddin datang ke KPK untuk diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek Hambalang di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kepada wartawan Nazaruddin sempat menunjukkan sampul dokumennya yang dibawanya. Dokumen tersebut bertuliskan “Laporan Keuangan DPP Partai Demokrat  periode 1 Juni 2010-20 Mei 2012".

“Yang ditanya tadi tentang uang Hambalang yang dialirkan ke Kongres Demokrat
Diminta bukti-bukti pengeluaran untuk Kongres Demokrat. Semua bukti pengeluaran, pencairan. Pembagiannya ke dpc mana aja yang dikasih. Berapa aja, tahapannya seperti apa. Uang Hambalang ke siapa aja. Itu sudah dijelaskan semua. Mengalirnya untuk kemenangan Anas Urbaningrum menjadi calon ketum. Ada juga ke Andi tapi itu udah dijelaskan dalam pemeriksaan minggu lalu,” tutur Nazaruddin usai diperiksa KPK, Jakarta, Selasa (4/12).

Lebih detail dia menceritakan, uang yang dibagi kepada DPC tersebut dibungkus dalam amplop coklat, berisikan sekitar 5000-10.000 dollar AS. Pada kesempatan sama, Nazaruddin juga membantah jika dikatakan bohong oleh sejumlah mantan koleganya di Partai Demokrat. Sebagai bukti, pria yang ditangkap di Kolombia tahun lalu itu menunjukan sejumlah dokumen itu pada wartawan.

"Saya itu setiap bulan buat laporan pengeluaran yang ditujukan kepada ketua umum (Anas Urbaningrum) yang seperti penjelasan di pengadilan," kata Nazar.Terdakwa kasus korupsi di proyek Wisma Atlet itu juga mengungkapkan, tidak hanya uang dari proyek Hambalang yang mengalir ke Kongres 2010 yang memenangkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum. Ada juga dari beberapa proyek negara lainnya. Di antaranya proyek pengadaan sarana dan prasarana perguruan tinggi dan Wisma Atlet SEA Games

 
"Yang ngasih (dana) itu ada Umar Arsal, Michael Watimena, Dewo, Saan, Angie, ada juga yang dari saya. Saat itu jumlahnya sekitar 12 juta dollar AS dan Rp 30 miliar. Dari jumlah itu hanya Rp 1 juta yang tersisa." tambahnya.

Uang ini, kata Nazaruddin diserahkan  dari Mahfud Suroso pada Yulianis. Setelah itu, orang kepercayaan Nazar tersebut lalu membawa uang untuk Anas dengan mengendarai sebuah mobil box. Sesampainya di Bandung tempat Konres Demokrat diadakan, Yulianis membawanya ke Hotel Aston. Di situ setiap DPC mengambil uang yang disediakan.

“Uangnya udah di amplop, ada yang 5000 dollar, ada yang 10.000 dollar. Uangnya nanti dikasih ke semua DPC. Saya tidak berbohong, ada semua laporannya,” pungkas Nazaruddin. (flo/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Lacak Aset Djoko untuk Dibekukan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler