Negara Barat Menuntut Kekerasan Tak Manusiawi di Yaman Dihentikan

Senin, 07 Juni 2021 – 15:34 WIB
Bom Saudi menghancurkan bangunan-bangunan di Yaman. Foto: Reuters

jpnn.com - Para diplomat AS dan Inggris mendesak pasukan Houthi untuk mengakhiri serangan di Yaman utara setelah sedikitnya 17 orang tewas dalam ledakan. Pemerintah Yaman yang disokong Arab Saudi meyakini banjir darah itu disebabkan serangan rudal Houthi.

Kelompok Houthi, yang menggulingkan pemerintah dari ibu kota, Sanaa, pada akhir 2014 kemudian mengatakan hanya menyerang sebuah kamp militer di Kota Marib pada Sabtu (6/6) dan menyambut baik penyelidikan independen atas insiden tersebut.

BACA JUGA: Perang Saudara Yaman: Amerika Resmi Cabut Status Teroris Houthi

Di antara mereka yang tewas dalam ledakan pada Sabtu --di dekat sebuah pompa bensin di Kota Marib-- adalah seorang bocah perempuan berusia lima tahun yang hangus hingga tak bisa dikenali.

Tayangan Reuters TV menunjukkan sebagian tubuh anak dan seorang pria, yang menurut kementerian dalam negeri adalah ayahnya, terbaring di rumah sakit militer.

BACA JUGA: Tragedi SJ182: Yaman Gelisah, Berkali-Kali Telepon Tanya Istri dan 3 Anak yang Tak Kunjung Tiba

Sumber-sumber medis di rumah sakit mengatakan kepada Reuters pada Minggu bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 21 jiwa setelah pihak berwenang mengatakan jumlah korban tewas sebanyak 17 orang.

Pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional dan telah memerangi gerakan Houthi selama lebih dari enam tahun, mengatakan ledakan itu --yang menghancurkan pompa bensin dan memusnahkan mobil-- disebabkan oleh rudal Houthi.

BACA JUGA: Kiai Maman: Hentikan Kejahatan Kemanusiaan di Palestina, Yaman hingga Poso

Marib telah menjadi titik fokus perang sejak Houthi melancarkan serangan untuk merebut wilayah yang kaya gas --benteng terakhir pemerintah di Yaman utara.

"Kekerasan tidak manusiawi ini harus diakhiri," kata Cathy Westley, kuasa usaha di kedutaan AS, dalam pernyataan.

Duta Besar Inggris untuk Yaman, Michael Aron, mengatakan di Twitter bahwa keterlibatan serius Houthi dengan upaya PBB untuk mengamankan gencatan senjata nasional akan "mencegah kerugian tragis seperti itu".

Yaman terperosok dalam kekerasan sejak koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 melawan Houthi, yang mengatakan mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.

Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang, termasuk dalam serangan udara koalisi, dan menyebabkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia dengan 80 persen penduduk negara itu bergantung pada bantuan. (ant/dil/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler