Negara Sudah Habis Rp 233 Miliar, Eh Tapi Gagal Ganti Bendera

Jumat, 25 Maret 2016 – 07:36 WIB
Desain bendera Selandia Baru yang anyar. FOTO: AFP

jpnn.com - WELLINGTON – Penduduk Selandia Baru batal punya memiliki bendera baru. Dari hasil penghitungan awal dari referendum lanjutan, warga Negeri Kiwi itu lebih memilih bendera lawas bila dibandingkan dengan desain bendera baru berlogo pakis yang diberi nama Silver Fern tersebut. 

Hasil voting menunjukkan bahwa 56,6 persen memilih untuk tidak mengubah bendera dengan logo Union Jack yang sudah ada saat ini. Hanya 43,1 persen yang ingin berganti dengan Silver Fern yang didesain Kyle Lockwood.

BACA JUGA: Terkubur Selama 1 Milenium, Gereja Ini Akhirnya Kembali Dibuka untuk Publik

’’Penduduk Selandia Baru telah memutuskan untuk mempertahankan bendera yang ada saat ini. Saya mendorong seluruh penduduk menggunakan, menerimanya, dan yang lebih penting bangga dengan bendera itu,’ tulis Perdana Menteri (PM) Selandia Baru John Key di akun Twitternya pasca pengambilan suara ditutup dan hasil sementara referendum diumumkan Kamis (24/3).

Selama ini John Key adalah orang yang paling vokal menyerukan agar bendera Selandia Baru diganti. Sebab, logo Union Jack di bendera itu mencerminkan pendudukan Inggris pada era kolonial.

BACA JUGA: Gelar Aksi di Jakarta, Mahasiswa Timor Leste Tuntut Australia Hengkang

Isu pergantian bendera tersebut telah menjadi perdebatan panjang selama 18 bulan. Dua referendum yang diadakan sudah menghabiskan USD 17,6 juta (setara Rp 233,6 miliar). (AFP/BBC/sha/c14/ami)

BACA JUGA: Heboh! 4 Wartawan Hilang karena Berurusan dengan Presiden

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inilah 9 Aksi Teror yang Menghebohkan Dunia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler