Nelayan Natuna Tak Berani Melaut Sejak Ada Kapal Tiongkok Berkeliaran dan Menyerang

Senin, 06 Januari 2020 – 12:13 WIB
Salah satu kapal nelayan tradisional di Natuna, Kepri. Foto ; Cherman/Antara

jpnn.com, NATUNA - Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengaku masuknya kapal penangkap ikan Tiongkok yang dikawal coast goard di Laut Natuna kini berbuntut panjang.

Menurut Hamid, nelayan Natuna tidak melaut setelah masuknya kapal-kapal Tiongkok tersebut.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Debat Anies Baswedan vs Menteri Basuki Hingga Siaga Tempur di Natuna

"Sementara nelayan setop melaut, menunggu wilayah tangkapannya aman dari gangguan nelayan asing," kata Hamid saat dihubungi awak media, Senin (6/1).

Menurut dia, nelayan merasa takut dengan keberadaan kapal-kapal Tiongkok di Laut Natuna. Sebab, kapal-kapal Tiongkok terkadang menyerang nelayan lokal.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: FPI Sebut 3 Menteri Lemah Soal Natuna, Anies Baswedan yang Dibanjiri Kritik

"Mereka mau menabrak perahu nelayan kalau tidak lari," ungkap dia.

Hamid mengatakan, kini para nelayan Natuna beralih profesi sementara selama masih ada kapal-kapal Tiongkok di perairan Natuna. Untuk sementara, nelayan bertani sembari menunggu keadaan berangsur normal.

"Mereka biasanya bertani. Sebab, kebanyakan nelayan kami semua punya kebun untuk bertani," sambungnya.

Namun, Hamid belum mengetahui data nelayan yang tidak melaut setelah masuknya kapal-kapal Tiongkok. Dia hanya berharap TNI, Bakamla, dan KKP terus melakukan pemantauan agar kapal asing tidak leluasa bergerak di Laut Natuna

"Saya kira itu yang tepat, sehingga nelayan tidak waswas lagi untuk melaut karena sudah ada yang mengamankan mereka di laut kita," pungkasnya. (mg10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler