Neurolog: LGBT Bukan Penyakit

Jumat, 26 Januari 2018 – 11:54 WIB
LGBT. Ilustrasi Foto: JPG/dok.JPNN.com

jpnn.com - Ahli neurologi Dr Ryu Hasan mengungkapkan, LGBT merupakan ekspresi dari orientasi seksual manusia. Karena itu, pandangan publik dan sejumlah politikus bahwa LGBT adalah penyakit, tidak tepat.

"LGBT itu salah satu sifat manusia. Sifat manusia itu macem-macem ada yang terekspresi ada yang terpendam. LGBT itu adalah ekspresi dari orientasi seksual manusia, sifat manusia," kata dia saat ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (25/1).

BACA JUGA: FPDIP Tolak LGBT, Memang Fraksi Mana yang Terima?

Ryu akui faktor eksternal dapat memicu seseorang menjadi LGBT. Namun, tanpa faktor genetik tak akan mungkin terjadi.

Dia mengibaratkan LGBT seperti bakat terpendam yang perlu diasah untuk mengeluarkannya.

BACA JUGA: Suhu Naga: Pemerintah Harus Tegas Sikapi LGBT

"Itu (faktor eskternal) pemicu. Kalau gak ada bakat gak bisa. Kamu gak bakat ngeband disuruh tidur semalaman sama alat musik gak akan bisa. Tapi sebaliknya, kamu berbakat main gitar tapi seumur hidup gak pernah liat gitar kapan bisanya," ujar Ryu. (san/rmol)

BACA JUGA: FPI: Pemikiran Pendukung LGBT Lebih Bodoh Ketimbang Binatang

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fraksi PKS Ngebet Pelaku LGBT Dihukum Berat Banget


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler