Neymar Sedang Lapar Gelar

Selasa, 17 Juni 2014 – 20:32 WIB

jpnn.com - FORTALEZA - Neymar hanya bisa tertunduk lesu setelah peluit panjang final Olimpiade 2012 dibunyikan. Pasalnya, Neymar yang saat itu menjadi bintang Brasil dipaksa mengakui ketangguhan Meksiko dengan skor 2-1 dalam laga yang digeber di Stadion Wembley, 11 Agustus 2012.

Laga itu memang hanya melibatkan para pemain U-23. Namun bagi Brasil, gagal menjadi juara di level apapun tentu merupakan aib jika menilik status mereka sebagai kiblat sepakbola dunia.

BACA JUGA: Tunggal Putra Loloskan 2 Wakil ke Babak Utama

Neymar memang pernah membalasnya ketika mengantarkan Brasil menekuk Meksiko dua gol tanpa balas pada Piala Konfederasi lalu.  Kini, Brasil punya peluang untuk kembali mempermalukan Meksiko pada laga kedua Grup A Piala Dunia 2014 di Estadio Governador Placido, Rabu (18/6) dini hari WIB (siaran langsung ANTV dan TV One pukul 02:00 dini hari WIB).

“Saya akan tetap tampil agresif untuk memenangi laga melawan Meksiko dan Kamerun. Saya tak khawatir tentang kartu kuning yang sudah saya terima,” terang Neymar di laman O Globo.

BACA JUGA: Menanti Amarah Setan Merah

Bagi Neymar, laga melawan Meksiko akan menjadi ajang untuk menambah pundi golnya. Saat ini, bintang Barcelona itu sudah melesakkan dua gol. Namun, Neymar sudah disalip gelandang Jerman, Thomas Muller yang mengoleksi tiga gol. Gelontoran gol juga akan membuat Neymar kian mantap sebagai salah satu bomber tersubur Brasil. Saat ini, Neymar berada di urutan ketujuh dengan 33 gol. Satu gol lagi akan membuat Neymar menyamai torehan Rivaldo.

Apalagi, Neymar sedang lapar gelar. Pasalnya, Neymar tak bisa memberikan gelar juara untuk Barcelona musim lalu. Karena itu, Neymar akan menjadikan Piala Dunia sebagai ajang penebusan. “Jika saya berpikir tentang kartu kuning, hal itu akan membuat permainan saya tidak fokus,” tambah Neymar.

BACA JUGA: BCA Indonesia Open 2014, Kevin/Polii Lolos Babak Utama

Selain Neymar, gelandang Oscar juga memiliki dendam pada Meksiko. Sama seperti Neymar, Oscar juga menjadi bagian tim Brasil pada Olimpiade 2012 lalu. Oscar pun berambisi menekuk Meksiko. Apalagi, kemenangan akan mengantarkan Brasil melaju ke fase knock out.

“Tentu saja saya sangat sedih setelah kekalahan di Olimpiade. Itu adalah satu-satunya medali yang belum diraih Brasil. Jadi, kali ini kami berharap bisa memenanginya,” tegas Oscar.

Lalu, bagaimana peluang Brasil mengamankan tiga angka? Tim berjuluk Selecao itu jelas punya peluang besar mengalahkan Meksiko. Dalam tiga pertemuan di Piala Dunia, Brasil selalu mampu memetik kemenangan.

Tim Samba, julukan lain Brasil bahkan mampu mencetak sebelas gol tanpa kebobolan satupun gol. Selain itu, Brasil juga hanya sekali menelan kekalahan dalam 34 pertandingan di fase grup sejak 1970. Itu terjadi ketika Brasil ditekuk Norwegia dengan skor 1-2 pada Piala Dunia 1998 silam. Selebihnya, Brasil mampu membukukan 27 kemenangan dan enam hasil imbang.

Sementara itu, Meksiko memilih mawas diri. Refael Marquez dkk tak berani banyak mengumbar janji. Pasalnya, Meksiko hanya bisa sekali memetik kemenangan di Brasil. Yakni, ketika Meksiko menekuk Brasil dengan skor 2-1 pada uji coba, 31 Oktober 1968 silam.

“Melawan Brasil, itu akan menjadi laga yang sulit. Kami tahu talenta seperti Neymar, Hulk atau Oscar. Kami harus mengurangi ruang bagi para pemain Brasil,” tega Marquez.(jos/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Meksiko Janji Persulit Brasil


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler