Nginap di Hotel, 28 Imigran Diamankan

Sabtu, 03 Maret 2012 – 10:51 WIB

BENGKULU - Keberhasilan Polsek Ujan Mas Kepahiang menangkap 6 imigran gelap asal Pakistan, Kamis (1/3) malam, dikembangkan Polda Bengkulu. Tak sia-sia, Polda Bengkulu malah berhasil menambah lebih banyak lagi imigran gelap yang tertangkap karena tak memiliki passport.

Sejumlah 22 imigran gelap asal Pakistan, Afganistan dan Iran ditangkap anggota Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu di Bengkulu Hotel, Tanah Patah, (2/3) pagi pukul 10.00 WIB. Dengan demikian, ada 28 imigran gelap dari kawasan Timur Tengah berhasil diamankan dan saat ini dititipkan di kantor Imigrasi Bengkulu.

Direktur Reskrimsus, Kombes Pol. Mahendra Jaya melalui Kasubdit Tipiter, AKBP. Ruddi Setiawan, SH, S.IK mengatakan, terungkapnya keberadaan imigran gelap ini berdasarkan pemeriksaan sopir travel, Ardianto (42) yang ikut terjaring bersama 6 imigran gelap di Kepahiang.

"Awalnya imigran ini tidak ada yang mau mengaku, termasuk sopir travel yang mengangkut. Tapi, saat diinterogasi oleh pak Direktur dan Wakil Direktur, akhirnya semua terungkap. Kebetulan saat itu travel agent yang menugaskan Ardianto menelpon. Ia menanyakan kenapa 6 orang penumpangnya belum tiba di Hotel Bengkulu. Saat itu kami langsung melakukan penyelidikan, ternyata benar kami mendapati sebanyak 22 WNA lagi," papar Ruddi.

Pantauan RB, saat didatangi petugas dari Polda Bengkulu, semua imigran gelap itu terkejut. Mereka ditempatkan dalam satu ruangan besar, yang diketahui ruangan pertemuan Hotel Bengkulu. Seperti tempat pengungsian, mereka tidur tak beraturan.

Berdasarkan hasil pendataan langsung, dari 22 orang Imigran yang baru ditangkap itu, rinciannya 10 dari Pakistan, 11 dari Afghanistan dan 1 orang dari Iran. "Kami sebatas mengamankan saja. Untuk kebijakannya, apakah mereka akan di deportasi atau ada kebijakan lain, itu tergantung pihak imigrasi. Setelah didata, 22 imigran ini kami antarkan ke kantor imigrasi menyusul 6 imigran yang sudah lebih dulu kami serahkan," jelas Ruddi.

Hasil pemeriksaan sementara, diketahui jalur imigran ini hingga tiba di Bengkulu berawal dari Malaysia melalui jalur laut dan jalur darat setibanya di Batam Kepulauan Riau. Sebelumnya dari Negara masing-masing, mereka ke Malaysia menggunakan pesawat. Belum diketahui persis siapa guide para imigran gelap ini.
Diantara 6 WNA yang telah diamankan terlebih dahulu, sebelumnya juga sudah pernah tertangkap oleh kepolisian dan Imigrasi Bengkulu  pada tahun 2009 lalu. Diduga 2 orang inilah yang mengajak dan sebagai penunjuk jalan imigran lainnya.

Perjalanan para imigran ini dalam waktu bersamaan dari Pekan Baru Riau. Namun nahas bagi 6 WNA yang lebih dulu diamankan. Mereka terjaring dalam razia lalu lintas sekitar pukul 18.00 WIB di Ujan Mas, Kepahiang. Sementara, 22 orang imigran lainnya tiba di Bengkulu, sekitar pukul 16.30 WIB.

Kepala Kantor Imigrasi Provinsi Bengkulu, Hasanudin mengungkapkan, untuk sementara pihaknya bertanggung jawab menampung sejumlah imigran gelap tersebut. Pihak imigrasi mengaku masih memastikan tujuan utama para imigran itu hingga sampai di Bengkulu.

"Kami akan berkoordinasi dengan kantor imigrasi pusat. Sekarang mereka kita tampung. Kami akan mendalami motif atau tujuan mereka ke Indonesia. Sementara untuk Bengkulu kami duga hanya tempat transit saja," ujar Hasanudin. (cuy)




BACA ARTIKEL LAINNYA... Fatwa MA Keluar, Bupati Palas Dicopot


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler