NII Pengin Lengserkan Jokowi Sebelum 2024, Stanislaus Tak Percaya, Oh Golok

Jumat, 22 April 2022 – 05:25 WIB
Tim Densus 88 menangkap terduga teroris dari jaringan NII. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Intelijen dan Terorisme Stanislaus Riyanta menanggapi aksi Densus 88 Antiteror Polri menangkap sejumlah terduga teroris dari jaringan Negara Islam Indonesia (NII).

Stanislaus Riyanta mengatakan serangkaian penangkapan oleh Densus 88 itu tidak mengagetkan.

BACA JUGA: Pengamat Terorisme Sebut NII Ada 18 Faksi, Sebagian Binaan Intelijen, Waduh

Sebab, kata Stanislaus, eksistensi NII di Indonesia makin kuat meskipun tidak menggunakan cara-cara kekerasan seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Mujahidin Indonesia Timur (MIT), dan Jamaah Islamiyah (JI).

"Kalau melihat penangkapan itu sebenarnya tidak perlu dikagetkan karena sebenarnya (gerakan NII) sudah cukup masif, cuma tidak menggunakan kekerasan," kata Stanislaus saat dihubungi JPNN.com, Kamis (21/4) malam.

BACA JUGA: NII Berencana Menggulingkan Pemerintahan Jokowi, Bamsoet Minta Densus 88 Melakukan Ini

Stanislaus mengatakan NII berpotensi melakukan kekerasan setelah ada barang bukti golok yang disita Densus 88.

Namun, Stanislaus tidak percaya NII disebut punya rencana melengserkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum Pemilu 2024.

BACA JUGA: Istri Petugas Dishub Makassar Takjub Melihat Kondisi Jenazah Suaminya

"Kalau mereka melakukan aksi penggulingan dengan senjata atau kekerasan, saya kira terlalu jauh, tetapi memang harus dicegah dini, mulai dari sekarang," ujar Stanislaus.

Stanislaus mendukung langkah Densus 88 melakukan penangkapan.

Pasalnya, kata dia, NII memiliki ideologi yang bertentangan dengan pancasila.

"Tidak boleh ada negara dalam negara, apalagi ideologinya bertentangan dengan pancasila," ujar Stanislaus.

Di sisi lain, Stanislaus meminta Densus 88 lebih jeli menangani para tersangka.

"Perlu dipilah apakah benar mereka memang yang ingin menggulingkan negara atau korban," ujar Stanislaus.

Sebelumnya kepolisian menyebut NII di Sumbar merekrut 77 anak-anak di bawah usia 13 tahun.

"Pemerintah harus jelih memperlakukan mereka sebagai korban. Jangan perlakukan mereka sebagai pelaku, lalu direhabilitasi," pungkas Stanislaus.

Densus 88 Antiteror mendapati jaringan NII tersebar di wilayah Jakarta, Tangerang, Jawa Barat, Bali, Sulawesi, Maluku, dan Sumatra Barat.

Densus 88 mencatat ada 1.125 anggota jaringan NII di Provinsi Sumatera Barat.

Adapun 400 di antaranya merupakan anggota aktif yang sudah dibaiat dan telah terlibat dalam kegiatan NII. (cr3/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Soetomo Samsu
Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler