Nilai Impor Babel Meningkat

Minggu, 06 Januari 2013 – 11:40 WIB
PANGKALPINANG - Badan Pusat Statistik provinsi kepulauan Bangka Belitung mencatat  nilai impor Provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada November 2012 mencapai 4,5 juta US dolar, naik 14,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4 juta US dolar.

"Dibandingkan Oktober 2011, impor Provinsi kepulauan Babel mengalami kenaikan 14,5 persen atau 4,5 juta dolar AS, dari semula sebesar 4 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi kepulauan Babel, Teguh Pramono di kantornya, Sabtu (5/1).

Menurut dia, kenaikan impor tertinggi terjadi pada minyak dan gas yang dikarenakan pada bulan sebelumnya tidak ada menjadi 2,8 juta dolar AS, sedangkan impor non migas turun dari 4 juta US dolar menjadi 1,7 juta US dolar.

Dia melanjutkan, menurut golongan, pada November 2012 yang mempunyai nilai impor terbesar adalah golongan mesin/peralatan sebesar 0,6 juta dolar AS. Diikuti pupuk 0,5 juta US dolar, kapal laut dan bangunan terapung 0,3 juta US dolar dan mesin-mesin pesawat mekanik 0,2 juta dolar AS. Sementara untuk benda-benda dari besi dan baja serta perekat enzim tidak ada impor.

Dia menambahkan, total nilai impor provisi kepulauan Babel selama Januari-November 2012 mencapai 79 juta US dolar, naik 34,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 58,8 juta dolar AS.

Peningkatan nilai impor tersebut disebabkan oleh naiknya impor non migas hingga 57,7 persen dari 41,7 juta dolar AS menjadi 65,7 juta US dolar dengan kontribusi nilai impor provinsi kepulauan Babel yaitu sebesar 83,2 persen. Sedangkan impor migas mengalami penurunan sebesar 22,5 persen dari 17,1 juta dolar AS menjadi 13,3 juta US dolar yang berkontribusi sebesar 16,8 persen terhadap nilai impor total.

Teguh menambahkan, negara pemasok barang impor pada periode Januari-November 2012 itu terbesar berasal dari Malaysia sebesar 24 juta US dolar (30,4 persen), Thailand 22,9 juta US dolar (29,0 persen), Singapura 6,8  juta  US dolar (8,6 persen), Jepang 6,6 juta US dolar (8,3 persen), dan Vietnam 6,4 juta US dolar (8,1 persen). (hry)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Empat Titik Di Jalur Selatan Tertimbun Longsor

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler