Nilai UTBK SBMPTN 2019 Tunggu 10 Hari

Minggu, 14 April 2019 – 00:59 WIB
Menristekdi Mohamad Nasir meninjau pelaksanaan UTBK SBMPTN 2019. Foto: Humas Kemenristekdikti

jpnn.com, JAKARTA - Sesi pertama dari 24 sesi UTBK SBMPTN (Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2019 sudah dimulai Sabtu (13/4) pagi.

Pelaksanaan pertama ujian berupa Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompeten Akademik (TKA) yang diselenggarakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) ini dimonitor Menristekdikti Mohamad Nasir, dari Papua hingga Aceh, melalui telecoference ke seluruh Pelaksana UTBK sejak pukul 7 WIB di Gedung BPPT di Jakarta.

BACA JUGA: Hari Ini UTBK SBMPTN 2019 Dimulai, Tidak Ada Tes Susulan

UTBK kali ini memiliki banyak kemudahan bagi peserta, termasuk tes bisa dilakukan di setiap provinsi. Hasil nilai bisa muncul 10 hari setelah tes beserta rata-rata nilai dari seluruh peserta secara nasional.

"Saya berharap jangan sampai terjadi gugup atau risau. Silakan Anda mendaftar, masih ada waktu yang cukup, yaitu 24 kali tes. Ini masih ada kesempatan banyak," pesan Menteri Nasir kepada seluruh peserta UTBK.

BACA JUGA: Menristekdikti Apresiasi Berdirinya Universitas Perwira Purbalingga

BACA JUGA: Buka Mata Kuliah Big Data, Kemenristekdikti Gandeng 20 PTN - PTS

Setelah memeriksa lokasi UTBK di seluruh Indonesia, Menteri Nasir juga berkesempatan melihat pelaksanaan UTBK di salah satu lokasi UTBK, yaitu Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba di Jakarta.

BACA JUGA: Menristekdikti Sebut Jumlah Startup Indonesia Terbanyak di ASEAN

Peserta UTBK diharapkan bisa belajar dari tes pertamanya di UTBK untuk mencoba lagi pada tes kedua, apabila dia merasa belum maksimal di tes pertama.

"Kalau dia pada saat tes, nilainya dirasa kurang yakin, dia diberikan kesempatan lagi untuk tes kembali. Dua kali dia bisa melakukan tes ini," ungkap Nasir di Gedung Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) UI setelah melihat pelaksanaan UTBK di Kampus UI Salemba.

Nasir juga menyampaikan lokasi tes tidak dijadikan landasan diterima atau tidaknya pendaftar SBMPTN. Pandangan calon mahasiswa harus mengambil tes di perguruan tinggi yang ingin dituju adalah pandangan yang salah.

"Tempat tes semua sama, yang penting hasil nilainya nanti nilai yang tertinggi. Inilah yang digunakan untuk mendaftar, jadi jangan khawatir pada rakyat Indonesia yang mereka tes di daerah masing-masing. Katakan dari Maluku, dari Papua, kemudian dia akan ambil di Universitas Indonesia, silakan. Apakah nanti ada bedanya yang tes di Papua sama yang di Jakarta? Semua lokasinya sama," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi menyatakan pelaksanaan UTBK SBMPTN kali ini berbeda dengan SBMPTN tahun lalu, karena diselenggarakan tidak sekali serentak, melainkan beberapa kali. Namun, perlu ada upaya lebih untuk memastikan soal UTBK tidak disebarluaskan.

"Kalau dulu model berbasis kertas, berbasis cetak ini gampang sekali (disebarluaskan). Ini soalnya kami sudah punya berpuluh-puluh set yang sudah disiapkan. Dalam satu ruangan itu, bahkan sebelahan tidak bisa saling jiplak-menjiplak. Ini sudah kami lakukan sedemikian rupa. Walaupun tidak sama, ini setara. Sistem kesetaraan ini kita pertanggungjawabkan secara ilmiah," ungkap Ravik.

Dalam UTBK SBMPTN kali ini, mahasiswa mendapat nilai terlebih dahulu untuk masing-masing sesi UTBK yang diambil. Terkait passing grade atau batas minimal untuk masuk ke masing-masing PTN, tahun ini belum dapat terlihat passing grade untuk masing-masing PTN.

Namun LTMPT akan memberikan data statistik yang dapat digunakan mahasiswa untuk menentukan PTN yang dapat diambil.

"Karena tahun ini baru kali pertama sehingga belum ada gambaran (passing grade). Tahun yang akan datang, akan terlihat, misalkan 600 atau 700 itu bisa masuk ke Fakultas Kedokteran UI. Sekarang ini yang kami bisa bantu ke masyarakat adalah 24 kali tes, setiap sesi, setiap kali tes, akan kami informasikan ke yang bersangkutan pasti pegang nilai. Namun, kami bantu juga nilai maksimum berapa, minimum berapa, rata-rata berapa dalam satu sesi itu, sehingga dari situ terakumulasi sampai ke-24 kali," ungkap Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengumuman Penting untuk Peserta UTBK SBMPTN 2019


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler