Noriyu Mengaku Difitnah Untuk Rusak Karakter Anas Sejak Dulu

Kamis, 28 Agustus 2014 – 13:12 WIB
CARI KEADILAN: Nova Riyanti Yusuf memberikan keterangan kepada wartawan saat melaporkan Nazaruddin di Mapolda Metro Jaya Selasa (26/8). Agung Maryana/Jawa Pos/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Politikus Partai Demokrat Nova Riyanti Yusuf atau yang lebih dikenal dengan panggilan Noriyu Selasa sore (26/8) melaporkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Penulis novel Garasi itu menganggap Nazaruddin telah menyebarkan fitnah dan mencemarkan nama baik lantaran menyebut dirinya sebagai istri kedua Anas Urbaningrum.

’’Ini merupakan respons spontan saya terkait dengan pernyataan Nazaruddin kemarin, baik dalam persidangan maupun di luar persidangan Anas Urbaningrum,’’ terang Noriyu kepada wartawan sebelum memasuki ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

BACA JUGA: Usai Dilantik, Jokowi Mengaku Siap Naikkan Harga BBM

Noriyu datang ke Mapolda Metro Jaya dengan mengenakan sweter bercorak hitam putih dan bot hitam. Di sela pemeriksaan, dia menegaskan bahwa pernyataan Nazaruddin tersebut adalah fitnah. Hal tersebut membuat dirinya dan orang tua marah. Karena itu, sebagai warga negara yang taat hukum, Noriyu memilih melaporkan perbuatan tersebut ke polisi.

’’Saya tidak akan membiarkan fitnah ini terus-menerus. Karena itu, saya sengaja melaporkan ini ke polisi,’’ ujar penulis novel adaptasi dari tiga skenario film 30 Hari Mencari Cinta itu.

BACA JUGA: Pemilihan Pimpinan DPR Tuntas Sebelum 31 September

Dalam laporan bernomor TBL/3011/VIII/2014/PMJ/Ditreskrimum, Nazaruddin dilaporkan telah melanggar pasal 311 KUHP tetang fitnah dan pasal 310 tentang pencemaran nama baik. Dalam berkas laporan, Noriyu menyertakan bukti berupa kliping beberapa media yang memuat pernyataan Nazaruddin dalam sidang di pengadilan tipikor dengan terdakwa Anas, Senin (25/8). Sidang itu terkait dengan kasus korupsi proyek pembangunan gedung olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Noriyu juga membawa dua saksi yang ketika itu hadir dalam sidang. ’’Alhamdulillah, laporan saya diterima. Saya siap kapan saja dipanggil polisi,’’ katanya.

Sementara itu, ketika disinggung perihal kedekatannya dengan Anas Urbaningrum, Noriyu menegaskan sejauh ini kedekatan dirinya sebatas anggota partai dengan ketua umum partai. ’’Saya tahu, sebagai perempuan, saya mempunyai batasan-batasan karena memang saya tidak mau menimbulkan fitnah,’’ ungkapnya.

BACA JUGA: Demokrat Ingin Jokowi yang Naikkan Harga BBM

Sementara itu, dengan Nazaruddin, Noriyu mengaku tidak kenal. Bahkan, saat Nazar menjadi bendahara, dia menegaskan sama sekali tidak pernah berkomunikasi. ’’Posisi Nazar di DPP sebagai bendahara, sedangkan saya itu siapa? Saya kalau ketemu Nazar saat itu minggir dan tidak pernah nyapa dia,’’ ungkapnya.

Noriyu melanjutkan, dirinya sudah mengetahui akan adanya isu istri kedua tersebut. Sebab, sejak 2010 isu itu sengaja diembuskan untuk merusak karakter Anas dan dirinya. Bahkan, saat itu ada dua orang yang sengaja menggelontorkan fitnah tersebut ke media. Ketika itu, media yang memuat fitnah tersebut disebar dalam kongres Partai Demokrat.

’’Maaf, itu bukan hal yang mudah. Harus ada kesadaran moral. Jadi, menurut saya, permintaan maaf saja tidak cukup,’’ tegas perempuan yang mengaku memiliki calon suami seorang dokter itu. (agu/c5/kim)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Mengaku Minta SBY Naikkan Harga BBM tapi Ditolak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler