Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic mengatakan bersyukur karena hakim membatalkan keputusan pemerintah Australia mengenai kasus visa Australia-nya yang sempat ditolak.

Untuk pertama kalinya Djokovic memberikan komentar sejak ia ditahan di hotel tahanan imigrasi di Melbourne.

BACA JUGA: Kabar Duka, Jenazah Muhammad Ferdiansah Ditemukan di Stirling Range, Australia Barat

Di akun sosial media miliknya, petenis asal Serbia mengunggah foto sedang berada di tengah lapangan di Rod Laver Arena bersama tim-nya, setelah menyelesaikan latihan pertamanya hari Senin malam.

"Saya lega dan bersyukur bahwa Hakim membalikkan keputusan pembatalan visa saya."

BACA JUGA: Djokovic Akan Bertanding di Australia Terbuka 2022 Setelah Terancam Dideportasi

"Meski sudah terjadi, saya tetap ingin berada di sini dan bertanding di Australia Terbuka," tulisnya.

"Fokus saya tetap itu."

BACA JUGA: Ditahan di Hotel yang Sama, Para Pencari Suaka Ini Tak Seberuntung Novak Djokovic

"Saya terbang ke sini untuk bermain di salah satu turnamen paling penting di depan para pendukung yang luar biasa."

 

Di pengadilan federal yang digelar di Melbourne kemarin sore, Hakim Antony Kelly memutuskan pembatalan visa yang dilakukan petugas Australian Border Force saat Djokovic tiba di Melbourne minggu lalu bersifat tidak adil.

Namun masalah ini belum selesai sepenuhnya dengan Menteri Imigrasi Australia, Alex Hawke masih mempertimbangkan apakah akan membatalkan visa bagi Djokovic.

Setelah pernyataan Djokovic muncul di media sosial, keluarganya di ibu kota Serbia Beograd berbicara dengan media.

Mereka mengucapkan terima kasih kepada para pendukung Djokovic sambil memuji keputusan hakim.

"Seluruh proses ini bukan soal tenis atau Australia Terbuka, ini mengenai keadilan terhadap apa yang dialaminya," kata Djordje Djokovic, adik Novak Djokovic kepada media.

"Novak berjuang bagi kebebasan untuk melakukan pilihan," tambahnya, sambil mengucapkan terima kasih kepada hakim.

"Kami bersyukur mengenai sistem keadilan di Australia."

Ayahnya, Srdjan mengatakan hak asasi manusia anaknya sempat diambil. Sementara ibunya, Dijana, mengatakan apa yang dialami anaknya adalah bentuk "penyiksaan".

"Ini adalah kemenangan terbesar dalam kariernya, lebih besar dari kemenangan di turnamen grand slam," kata Dijana.

"Dia tidak berbuat kesalahan apa pun, dia tidak melanggar hukum apa pun."

"Dia sudah mengalami penyiksaan, pelecehan." Polisi bentrok dengan pendukung Djokovic

Setelah keputusan hakim para pendukung berkumpul di luar kantor pengacara Djokovic di Melbourne. 

Bentrokan antara pendukung dengan polisi terjadi, menyebabkan polisi menggunakan semprotan merica untuk membubarkan kerumunan, setelah mereka mengelilingi mobil berwarna hitam yang keluar dari gedung.

Tidak jelas apakah Djokovic ada dalam kendaraan tersebut, namun polisi mengatakan Djokovic sudah meninggalkan gedung.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan perlakuan terhadap Djokovic adalah "sama seperti orang lainnya."

Menteri Imigrasi Australia masih memiliki kewenangan untuk mendeportasi petenis Serbia tersebut.

"Menteri sekarang sedang mempertimbangkan masalah tersebut dan prosesnya terus berlanjut," kata juru bicara Menteri Imigrasi dalam sebuah pernyataan kemarin malam. Keluarga Djokovic tidak menjelaskan soal COVID-19

Novak Djokovic tiba di Melbourne untuk mengejar upaya mencetak sejarah dengan memenangkan gelar ke-10 di Australia Terbuka.

Bila berhasil ini akan menjadi gelar grand slam ke-21, yang membuatnya akan menjadi petenis dunia pertama yang mencapai rekor tersebut.

Dua petenis dunia lainnya, Roger Federer dan Rafael Nada, juga saat ini sama-sama sudah merebut 20 gelar grand slam.

Adik Novak, Djordje mengatakan keluarganya tidak berpandangan buruk terhadap Australia dengan apa yang sudah dialami Novak.

"Kami cinta Australia, Novak cinta Australia, dan kami akan kembali lagi karena kami suka dengan negeri itu," katanya.

"Kami harus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung yang berkumpul di luar hotel di mana ia ditahan dan di luar kantor pengacara atas seluruh dukungan yang mereka sampaikan."

"Saya kagum dengan Hakim Kelly dan caranya memimpin sidang karena semuanya sangat rinci dan sangat netral."

"Apa yang terjadi selama enam hari terakhir merupakan proses yang berat bagi keluarga kami, kami berharap ini sudah berakhir sehingga kami bisa tidur nyenyak."

Keluarga Djokovic tidak mau memberikan keterangan apakah Novak sedang positif COVID-19 ketika dia terlihat tidak mengenakan masker dalam sebuah acara dengan anak-anak di Serbia.

Dokumen di pengadilan menunjukkan Djokovic positif mengidap COVID-19 tanggal 16 Desember, namun ia tetap menghadiri sebuah acara.

"Semuanya sudah terbuka sekarang. Kami menghentikan jumpa pers sekarang," kata adiknya ketika mendapat pertanyaan soal itu.

Petenis peringkat enam dunia asal Spanyol, Rafael Nadal menggambarkan situasi yang dialami oleh Djokovic seperti sebuah pertunjukkan 'sirkus'.

"Apakah saya setuju atau tidak dengan Djokovic, keadilan sudah berbicara dan dia berhak untuk berpartisipasi di Australia Terbuka," katanya.

"Saya kira ini adalah keputusan paling adil, bila memang keputusan harus diambil dengan cara ini."

"Saya berharap yang terbaik untuknya."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News  

BACA ARTIKEL LAINNYA... Upaya Pencarian Muhammad Ferdiansah Dilakukan Setelah Diyakini Hilang di Taman Nasional Australia Barat

Berita Terkait