Novak Djokovic: Saya yang Terbaik

Senin, 12 Juli 2021 – 13:17 WIB
Novak Djokovic: Foto: wimbledon

jpnn.com, LONDON - Tunggal putra peringkat satu dunia Novak Djokovic mengukir sejarah dengan meraih gelar grand slam ke-20 kalinya di Wimbledon 2021, mengukuhkan posisinya setara dengan Roger Federer dan Rafael Nadal dalam perolehan gelar turnamen mayor terbanyak.

Petenis Serbia itu mendulang gelar di grand slam lapangan rumput untuk keenam kalinya, serta ketiga kalinya berturut-turut.

BACA JUGA: Novak Djokovic Memang Luar Biasa, Lawannya Sampai Mematahkan Raket

Di partai final, Novak Djokovic mengalahkan unggulan ketujuh asal Italia Matteo Berrettini 6-7, 6-4, 6-4, 6-3 dalam laga yang berlangsung di Centre Court All England Club, London, Minggu (11/7) malam WIB.

Setelah juga memenangi gelar Australian Open dan Roland Garros tahun ini, maka Djokovic kurang satu grand slam (US Open) untuk meraih gelar Golden Slam.

BACA JUGA: Wimbledon: Berrettini Ukir Sejarah Italia, Djokovic ke Final, Ada yang Menangis

BACA JUGA: Jadi Juara Wimbledon 2021, Ashleigh Barty Menangis Lalu Memanjat Tribune

Selain itu, juga belum pernah ada petenis putra yang memenangi empat grand slam dan satu emas Olimpiade di tahun yang sama.

Satu-satunya yang pernah melakukan Golden Slam --sebutan sapu bersih empat grand glam ditambah medali emas Olimpiade dalam satu tahun yang sama-- adalah petenis putri Jerman Steffi Graf pada 1988.

Djokovic masuk ke partai puncak dengan catatan dua kemenangan dalam pertemuan terdahulu melawan Berrettini.

Di set pertama ia membuka keunggulan 5-2 dengan break awal, tetapi petenis Italia itu bangkit untuk memaksakan tiebreak yang ia raih untuk mengamankan set pembuka.

Pada set kedua Djokovic bereaksi dengan memainkan tempo cepat dan memimpin 4-0 sebelum mengakhirinya dengan menyamakan kedudukan.

Satu break servis di set ketiga dan dua break lainnya di set keempat cukup bagi Djokovic untuk menutup pertandingan di tengah arena yang dipenuhi penonton.

Djokovic memastikan kemenangannya pada match point ketiga, ketika pukulan backhand Berrettini justru menghantam di net.

Novak Djokovic meyakini dirinya adalah pemain tenis terbaik di era modern setelah mengeklaim titel Wimbledon tahun ini.

"Saya menganggap diri saya terbaik dan saya percaya saya yang terbaik, jika tidak saya tidak akan berbicara dengan percaya diri tentang memenangi grand slam dan membuat sejarah," kata Djokovic.

"Namun, apakah saya yang terbaik sepanjang masa atau bukan, saya serahkan perdebatan itu ke orang lain. Saya telah mengatakan sebelumnya bahwa sangat sulit membandingkan era di tenis."

"Kami menggunakan raket, teknologi, bola, lapangan yang berbeda. Kondisi yang benar-benar berbeda yang kami mainkan, jadi sangat sulit membandingkan tenis dari 50 tahun lalu hingga sekarang," katanya.

Djokovic menjadi satu-satunya dari trio emas yang memenangi setiap titel grand slam setidaknya dua kali dan dia menjadi petenis pertama sejak Rod Laver pada 1969 yang meraih tiga titel pertama grand slam di tahun tersebut.

Apabila ia menjuarai US Open nanti dia akan menyamai catatan sapu bersih titel grand slam tunggal putra yang dipegang Laver pada 1969.

Djokovic juga memegang rekor pekan terbanyak menyandang status peringkat satu di ranking ATP yaitu 328 dan masih berlanjut setelah pada Maret melewati 310 pekan yang dicatatkan Federer.

Yang luar biasa lagi, ketika Djokovic meraih titel kedua grand slamnya pada 2011, Federer telah mengantongi 16 gelar dan Nadal sembilan.

Sang petenis Serbia mengatakan bahwa baru beberapa tahun belakangan ini ia berpikir bisa menantang kedua petenis top tersebut.

"Saya mungkin mulai berpikir tentang mencoba mencapai rekor Grand Slam terbanyak yang dimenangi, pekan terbanyak sebagai peringkat satu, mungkin dua atau tiga tahun lalu," kata Djokovic.

"Sebelumnya itu terlihat sedikit di luar jangkauan. Saya selalu yakin bahwa saya bisa memainkan tenis terbaik saya di grand slam dan memberi saya kesempatan yang bagus untuk memenangi setiap grand slam di segala permukaan karena saya tahu saya bisa melakukan itu," ujarnya.

"Saya tahu saya memiliki permainan yang lengkap dan telah terbukti sukses di semua jenis lapangan pada masa lalu."

"Ini sangat menguntungkan bagi saya dan luar biasa itu semua datang di tahun yang sama. Itu sesuatu yang tidak saya duga, tetapi saya selalu bermimpi meraih hal-hal terbesar," katanya. (reuters/antara)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler