Novel Baswedan Ulangi Tuduhan ke Polri

Rabu, 11 April 2018 – 23:29 WIB
Novel Baswedan di KPK, Rabu (11/4). Foto: Intan Piliang/JawaPos.com

jpnn.com, JAKARTA - Hari ini (11/4) tepat satu tahun peristiwa penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel (KPK) Baswedan. Namun, polisi hingga kini belum mengungkap pelaku penyerangan terhadap mantan Kasatreskrim Polresta Bengkulu itu.

Untuk mengenang peristiwa itu, Novel sengaja hadir memenuhi undangan KPK untuk melihat pemutaran film Menolak Diam. Tujuannya adalah membangkitkan semangat melawan korupsi.

BACA JUGA: Istana Bakal Evaluasi Cara Polri Tangani Kasus Novel

Dalam kesempatan tersebut, Novel mengaku kecewa dengan proses pengusutan kasusnya yang belum terungkap. Menurutnya, penyerangan yang menimpanya bukanlah kasus sepele karena bisa terjadi pada penegak hukumlainnya.

"Saya ingin menyampaikan bahwa ini tidak boleh dianggap sepele. Tidak boleh dibiarkan dan saya kecewa dengan proses pengusutan kasus yang belum juga diungkap," ujar Novel pada awak media, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

BACA JUGA: KPK Berhati-hati, Mohon Sabar soal Boediono di Kasus Century

Novel menengarai ada pihak yang sengaja belum mau mengungkap kasus itu. Padahal, sebenarnya pelakunya sudah diketahui.

"Saya mengatakan belum ketemu pelakunya, tetapi saya bicara dan menduga bahwa ini belum mau diungkap," katanya.

BACA JUGA: Siapa Bilang Polisi Tak Serius Cari Penyerang Novel?

Novel menduga ada oknum di Polri yang terlibat dalam kasus penyerangan terhadap dirinya. Dan itu bukanlah tuduhan pertama yang dilontarkan suami Rina Emilda itu.

"Saya pernah menyampaikan bahwa ini terkait dengan orang yang punya kekuasaan. Saya menduga ada oknum Polri yang terlibat dalam aksi ini, saya menduga bahwa itu yang terjadi," tegas penegak hukum yang matanya kini mengalami cacat permanen itu.

Lebih lanjut Novel mengatakan, bukan hanya dia yang mengalami teror. Sebab, ada pegawai lain di KPK yang juga diintimidasi.

"Saya mengalami beberapa kali ancaman di antaranya, teror juga beberapa kali. Pegawai KPK juga mengalami hal yang serupa," jelasnya.

Novel pun mengharapkan Presiden Joko Widodo memberu perhatian pada kasus itu. "Kalau dibiarkan dan terus-menerus menjadi ancaman, maka saya menjadi khawatir ke depan pegawai KPK tidak lagi berani atau takut," ulasnya.(ipp/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Setahun Kasus Novel, Polda Metro Klaim Ada Perkembangan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Novel Baswedan   KPK   Polri   Air Keras  

Terpopuler