NSHE Jamin PLTA Batang Toru Tidak Ganggu Habitat Orang Utan

Jumat, 21 Februari 2020 – 02:57 WIB
Dari kiri: Conservation Director PanEco Ian Singleton, Direktur Keuangan NSHE Lusiana Esther, Senior Technical Advisor NSHE Emmy Hafild dan peneliti orang utan dari UNAS Didik Prayitno. Foto: NSHE

jpnn.com, MEDAN - PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE) menjamin pembangunan PLTA Batang Toru, Sumatera Utara, tidak akan mengganggu habitat orang utan.

Senior Advisor PT NSHE Emmy Hafild menjelaskan, dampak pembangunan PLTA tidak sebesar isu yang didengungkan beberapa pihak.

BACA JUGA: Thailand Bakal Pulangkan Orang Utan Selundupan ke Indonesia

“PLTA ini dioperasikan dalam waktu yang sangat panjang, bisa diperbarui hingga 100 tahun, dan tidak akan habis," kata Emmy, Rabu (19/2).

Dia menambahkan, PLTA yang akan dibangun di kawasan hutan Batang Toru tidak sama dengan proyek tambang lainnya.

BACA JUGA: Orang Utan Berhasil Diselamatkan dari Ganasnya Penambangan Ilegal-Pembalakan Hutan

Menurut Emmy, PLTA Batang Toru justru ramah lingkungan dan memiliki emisi gas negatif.

"Artinya ia bisa mengurangi gas rumah kaca dari PLTA lain. Itu merupakan program pemerintah untuk mengurangi gas rumah kaca secara nasional,” ujar Emmy.

Sementara itu, Conservation Director PanEco Ian Singleton menilai master plan PT NSHE masih sesuai koridor.

Nantinya akan dibangun jembatan penghubung antara hutan Batang Toru Barat dengan Timur yang terpisah oleh sungai.

Dia menjelaskan, bahan dan bentuk jembatan itu akan disesuaikan dengan karakter orang utan Tapanuli.

“Nantinya jembatan itu berbahan alami,” ujar Ian. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler