NTB Jiplak Desa Emas Korsel

Jumat, 08 Mei 2015 – 21:11 WIB

jpnn.com - MATARAM - Nusa Tenggara Barat (NTB) ingin menjalin kerja sama lebih intens dengan Korea Selatan. Bahkan, NTB tak sungkan ingin mereplikasi pengembangan pembangunan berbasis desa di Korea Selatan bernama Semaeul Undong. Jurus jitu Korsel itu akan diterapkan di NTB untuk memulai program Desa Emas.    

Keinginan itu disampaikan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi saat menggelar pertemuan dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Taiyoung Cho di ruang kerjanya kemarin.

BACA JUGA: Alasan Dendam, Ayah Bejat Ini Tega Merenggut Kegadisan Anaknya

"Pak gubernur berharap Duta Besar Korea Selatan bisa memfasilitasi keinginan NTB ini," kata Asisten III Pemprov NTB HL Syaf’i yang mendampingi Gubernur bertemu Dubes Cho. 

Pertemuan berlangsung di ruang kerja gubernur hingga satu jam. Adapun keinginan NTB itu, menjalin kerja sama langsung dengan Provinsi Kyeongsang Utara, yang merupakan pusat program Semaeul Undong di Korea Selatan. 

BACA JUGA: Pebalap Ini Jadi yang Terbaik Taklukkan Etape Neraka Tour de Banyuwangi Ijen

Gerakan Saemaul Undong ala Korsel itu merupakan gerakan pembangunan masyarakat desa yang membawa pencerahan spiritual dan kondisi kehidupan yang lebih baik.

Hal itu tercermin dari tingkat pendapatan, infrastruktur, lingkungan tempat tinggal dan komunitas. Gerakan ini didasarkan pada semangat menolong diri sendiri dan kerja sama dengan dukungan dari pemerintah.
Tujuan yang hendak dicapai dalam Semaeul Undong, kata Syafi’i, yakni berjangka menengah dan jangka panjang. 

BACA JUGA: Edan, Istri Dipenjara, Suami Garap Anak

Tujuan jangka menengah adalah menggapai kehidupan yang lebih baik. Sedangkan tujuan jangka panjang adalah membangun dan mewujudkan komunitas masyarakat yang mandiri dan modern sehingga menjadikan negara kuat.

Dalam pertemuan itu, Dubes Cho sangat antusias dengan rencana kerja sama yang ingin dijalin NTB dengan Kyeongsang Utara. Setiba di Jakarta Dubes Cho mengaku akan langsung menghubungi Gubernur Kyeongsang Utara dan meminta segera merumuskan konsep kerja sama yang lebih detail dan implementatif dengan NTB.
    
Sebelum bertemu gubernur, Dubes Cho sempat mengunjungi kawasan wisata Gili Trawangan di Lombok Utara. Cho juga menginap di sana, dan merasakan langsung denyut pariwisata di gili dari dekat.
    
Menurut Syafi’i, konsep pariwisata hijau tidak cuma soal pengembangan kawasan yang berwawasan lingkungan. Namun, juga sebuah konsep pariwisata menyeluruh, yang terkait pula dengan kepentingan mewujudkan destinasi wisata yang bersih.

Dubes Cho bahkan yakin sepenuhnya. Jika kawasan wisata gili lebih bersih lagi, maka akan lebih banyak pula wisatawan mancanegara yang datang berwisata ke sana. (kus/r9/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Luar Biasa! Inovasi Layanan Publik Sragen Raih Penghargaan PBB


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler