NU Care Menjajaki Kerja Sama dengan Lembaga Sosial di Bosnia

Kamis, 01 Agustus 2019 – 18:35 WIB
Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat beserta delegasi lain dari PBNU melakukan kunjungan ke Bosnia baru-baru ini. Foto: Ist

jpnn.com, JAKARTA - Kunjungan Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat beserta delegasi lain dari PBNU mendampingi Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat kunjungan ke Bosnia baru-baru ini. Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk mengunjungi lembaga sosial Medunarodni Forum Solidarnosti (MFS)-EMMAUS di Distrik Doboj Istok (Doboj Timur), yang dapat ditempuh sekitar 4 jam dari Ibu Kota Bosnia, Sarajevo.

“Daerah ini memiliki geografis berupa pegunungan yang indah dan bersih seperti di Kabupaten Malang kalau di Indonesia,” kata Ajat, biasa disapa melalui pesan WhatsApp, Rabu (31/07).

BACA JUGA: NU Care - Lazisnu Ikut Membebaskan TKI di Arab Saudi dari Hukuman Mati

Ajat mengungkapkan pertemuan dengan lembaga sosial di Bosnia tersebut dimaksudkan untuk membahas kemungkinan kerja sama antara MFS-EMMAUS dan NU Care-LAZISNU.

“Saat berkunjung ke MFS-EMMAUS, delegasi dari PBNU dihantarkan untuk meninjau proyek sosial MFS-EMMAUS, di antaranya house of care, pabrik yogurt dan guest house milik MFS. Kami juga berkunjung ke sebuah pesantren di Distrik Tuzla, dengan waktu tempuh 6 jam dari Sarajevo," paparnya.

BACA JUGA: Indomaret Serahkan Donasi Peduli Lombok, Sulteng dan Pendidikan

Pesantren itu, kata Ajat, didirikan pada tahun 1625. Kunjungan ke pesantren tersebut, lanjut Ajat, juga dalam rangka menjalin kerja sama salah satunya untuk kemungkinan diadakannya exchange program antara NU Care-LAZISNU dengan pesantren tersebut.

“Di sela perjalanan kembali dari Tuzla menuju Sarajevo, delegasi berkesempatan ziarah ke pemakaman massal di Srebrenica," ucap Ajat.

BACA JUGA: NU CARE Gelar Beragam Kegiatan untuk Anak-anak Korban Bencana di Palu

Ajat mengungkapkan, tempat tersebut memiliki sejarah tersendiri yang disebut sebagai Genoside Srebrenica.

“Di tempat inilah sekitar 25 ribu orang warga Srebrenica, Bosnia yang mayoritas muslim dibantai oleh pasukan Serbia dalam perang saudara tahun 1992 hingga 1995,” pungkasnya.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler