NU Minta Pemerintah Terus Sejahterakan Petani

Selasa, 20 Maret 2018 – 22:27 WIB
Diskusi bertajuk Pembangunan Infrastruktur untuk Memperkuat Ekonomi Rakyat dan Konektivitas Antardaerah di Jakarta, Selasa (20/3). Foto: Fathan Sinaga/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) meminta pemerintah terus menyejahterakan petani lewat pembangunan infrastruktur. Sebab, dengan adanya infrastruktur, petani akan terdorong ekonominya.

Ketua LPPNU Marwan Jafar mengatakan, sejauh ini pembangunan infrastruktur nasional cukup membantu perekonomian petani.

BACA JUGA: Gandeng Said Aqil, Jokowi Bakal Sempurna di Pilpres

Di berbagai daerah, pemerintah melalui kementerian terkait berhasil membuat irigasi yang menghindarkan petani dari gagal panen.

"Di mana dengan banyaknya bendungan yang dibangun, saluran irigasi, para petani kita jadi lebih sejahtera," kata Marwan dalam sebuah diskusi bertajuk Pembangunan Infrastruktur untuk Memperkuat Ekonomi Rakyat dan Konektivitas Antardaerah di Jakarta, Selasa (20/3).

BACA JUGA: Warga NU Diminta Solid Mengantar Cak Imin ke Kursi Wapres

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ini juga menambahkan, pembangunan waduk-waduk dan irigasi dapat meningkatkan produksi petani.

Petani yang dulunya hanya menanam dua kali, kata dia, bisa meningkat hingga tiga kali. "Di musim kering dengan punya waduk, petani masih bisa menanam," tambahnya.

BACA JUGA: Wajah-Wajah Kiai NU Dalam Goresan Kuas

Marwan juga mengingatkan, pembangunan infrastruktur ini harus fokus di daerah-daerah. Selain itu, kata dia, proses perizinan harus dipermudah terhadap semua sektor usaha agar roda ekonomi berputar.

"Izin itu harus dipersingkat, diperpendek supaya tidak berbelit belit. Tiga bulan selesai misalnya, itu kemajuan yang patut diapresiasi," ujar dia.

Meskipun demikian, kerja sama dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah tetap harus dijalankan bahkan diperkuat.

Jangan sampai program-program yang telah disiapkan oleh pusat malah tidak dapat dieksekusi di daerah karena kurangnya koordinasi.

"Kerja sama, sinergitas, terus ditingkatkan," tegas dia.

Sementara itu, pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanu Triwidodo menambahkan, upaya Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan kesejahteraan petani patut diapresiasi.

Hanya saja, Ketua Umum Gerakan Petani Nasional (GPN) ini juga menyarankan pemerintah dan kementerian terkait untuk memperbaiki data pangan.

Sebab, untuk mencapai kedaulatan pangan, semua pihak harus berpijak pada data. "Data akan membawa masalah pangan kita ke arah yang lebih baik. Tapi sekarang ini, kita berada dalam kondisi yang sedikit tidak normal. Di mana di sisi satu kita katanya surplus beras, tapi sisi lain kita impor juga," tandas Hermanu. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... ICMI: Tak Ada Niat Buruk dari Kapolri


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler