Nuning: Jenderal Andika Perwira Cerdas dan Memiliki Wibawa di Mata Internasional 

Jumat, 05 November 2021 – 11:02 WIB
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati. Foto: ANTARA/Dok pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa merupakan perwira yang cerdas dan memiliki wibawa di mata internasional.

Dia menegaskan Jenderal Andika juga memahami TNI. 

BACA JUGA: Pujian Pak JK untuk Jenderal Andika: Sudah Berpengalaman dan Kekar

"Beliau (Jenderal Andika) tidak hanya memahami matra darat saja, tetapi matra laut dan udara," kata Susaningtyas ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (5/11).

Wanita yang akrab disapa Nuning itu mengatakan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan Jenderal Andika sebagai calon Panglima TNI pengganti Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang akan pensiun 1 Desember 2021 merupakan langkah yang tepat. 

BACA JUGA: Andika Perkasa, Menantu Suhu Telik Sandi Menuju Kursi Panglima TNI

"Tepat banget Jenderal Andika menjabat Panglima TNI," tegasnya.  

Mantan anggota Komisi I DPR ini menjelaskan Jenderal Andika memiliki pendekatan humanis dalam merespons persoalan sosial di internal TNI AD.

BACA JUGA: Menhan Prabowo Subianto Bertemu Jenderal Andika di Mabesad, Ini Agendanya

Dia mencontohkan Jenderal Andika menghapus uji keperawanan dalam seleksi masuk Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). 

Selain itu, Andika Perkasa membantu operasi prajuritnya yang didiagnosis mengidap penyakit hipospadia.

Nuning berharap di bawah kepemimpinan Jenderal Andika, kualitas prajurit TNI dapat ditingkatkan untuk mengawaki teknologi militer terkini, seperti pemanfaatan unmanned system baik berupa robot maupun artificial intelligent, dan cyber defense.

Oleh sebab itu, kata dia, sangat penting bagi TNI untuk merekrut para pemuda dan pemudi yang memiliki inteligensi tinggi.

Kualitas prajurit TNI yang harus ditingkatkan adalah kemampuan akademik, baik di bidang metodologi cara berpikir maupun komunikasi.

 "Kualitas metodologi cara berpikir secara ilmiah sangat dibutuhkan para prajurit TNI untuk senantiasa menggunakan perspektif yang ilmiah di dalam menyelenggarakan operasi militer," ujar Nuning.

Kualitas di bidang komunikasi, kata dia, sangat ditentukan kemampuan menggunakan bahasa-bahasa internasional.

"Sangat penting bagi prajurit TNI pada level tamtama dan bintara untuk mahir berbahasa Inggris," ucapnya.

Kemudian, para perwira pertama harus mampu berbahasa Inggris dan bahasa internasional lainnya, seperti bahasa Perancis, bahasa Mandarin, bahasa Spanyol. Para perwira menengah harus mampu berbahasa Inggris dan dua bahasa internasional lainnya.

Prajurit TNI juga seyogyanya mendapat pengetahuan sosiologi dan sosial budaya sehingga mampu mengurai masalah sosial di lapangan. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler