Obama: Penembakan di Kansas Mengerikan

Selasa, 15 April 2014 – 03:11 WIB
Frazier Glenn Cross yang dituduh membunuh tiga orang di luar kompleks komunitas Yahudi dekat Kansas City , Minggu (13/4). Foto: AP

jpnn.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan turut berbelasungkawa kepada keluarga yang menjadi korban serangan di komunitas Yahudi dekat Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (13/4).

Obama mengatakan penembakan yang terjadi di Kansas mengerikan. Untuk itu, saat mendapatkan laporan terjadinya serangan ini, Obama bersama istrinya Michelle Obama mengajak seluruh masyarakat AS untuk mengirimkan doa kepada korban dan dikuatkan bagi keluarga yang ditinggalkan.

BACA JUGA: Penembak di Kompleks Yahudi Diduga Ekstremis Kulit Putih

"Pikiran dan doa kami kepada keluarga dan teman-teman yang kehilangan orang yang dicintai dan semua orang yang terkena dampak tragedi ini," kata Obama seperti yang dilansir USA Today, Senin (14/4).

Untuk penanganan kasusnya, Obama berjanji akan membantu penyelidikan dan akan menghentikan kekerasan.

BACA JUGA: Warga Malaysia Tak Percaya Pada Pemerintahnya Terkait MH370

"Pemerintah federal akan memberikan dukungan penuh untuk menghentikan dan mengatasi masalah ini," katanya.

Seperti diketahui, Frazier Glenn Cross sudah ditetapkan menjadi tersangka atas pembunuhan terhadap tiga orang di komunitas Yahudi dekat Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (13/4). Cross diduga merupakan kelompok ekstremis kulit putih.

BACA JUGA: Komunitas Yahudi di Amerika Diserang, 3 Tewas

Pria yang berusia 73 tahun itu pernah menjadi pemimpin Ku Klux Klan yang dikenal sebagai pendukung gerakan supremasi kulit putih.

Laman Voaindonesia, Senin (14/4) melaporkan Cross menghabisi nyawa korbannya dengan senapan. Dua mayat ditemukan di lapangan parkir Kampus Komunitas Yahudi, sementara satu jenazah lainnya ditembak di Village Shalom. (awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Australia Turunkan Kapal Selam Mini Cari MH370


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler