Obesitas Pemicu Gagal Ginjal, Stroke, Kanker

Jumat, 10 Februari 2017 – 00:43 WIB
Ilustrasi Foto: pixabay

jpnn.com - jpnn.com - Orang yang mengalami kegemukan alias obesitas memiliki risiko terkena sejumlah penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, sampai kanker.

Sebab mereka lebih sensitif terserang penyakit tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Nono Mattarungan.

BACA JUGA: Banyak Pria Perut Buncit setelah Menikah, Mengapa?

Ia menyampaikan, tren penyakit obesitas semakin tinggi setiap tahunnya.

Selain itu, berdasarkan kondisi di lapangan, obesitas berpotensi terserang kanker kandungan dan kanker payudara lebih besar. Hingga penyakit keganasan lainnya.

BACA JUGA: Kematian Mendadak tak Selalu Serangan Jantung

Meski keganasan itu juga dari banyak faktor yakni genetik, juga pola dan gaya hidup.

“Merokok, konsumsi minum dan makanan mengandung pengawet, dan junk food. Sehingga kenyataannya obesitas memiliki risiko besar terjangkit penyakit lain,” ucapnya.

BACA JUGA: 6 Makanan ini Membuat Anda Terlihat Awet Muda

Obesitas menjadi salah satu pembahasan menarik dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Kaltim-Kaltara.

Nantinya, ratusan dokter umum dan dokter penyakit dalam akan berkumpul pada acara yang berlangsung di Hotel Gran Senyiur, 10-12 Maret.

Ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan PIT PAPDI Kaltim-Kaltara. Kota Minyak terpilih lagi menjadi tuan rumah, setelah tahun lalu acara dilaksanakan di Samarinda.

“Kami akan bahas komprehensif, penanganan obesitas sebaik mungkin tanpa menimbulkan efek samping,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut akan ada banyak pembahasan ilmiah berupa workshop dan symposium.

Di antaranya cara menunda cuci darah pada penyakit ginjal dan diabetes, cara mengurangi berat badan yang aman dan terbukti mujarab, kombinasi antihipertensi yang paling efektif dan ekonomis, obat antidiabetes sekaligus mengurangi berat badan dan menetralkan hipertensi.

“Sampai bagaimana pemberian nutrisi yang dapat mempercepat penyembuhan pada pasien. Mungkin selama ini pasien rawat inap hanya mengandalkan obat, padahal keberadaan nutrisi bagi mereka yang sakit juga penting,” ujarnya.

Di mana pemberian nutrisi yang baik dapat mempercepat proses penyembuhan. Terutama bagi pasien yang sudah kronis, malas, dan tidak ada gairah untuk hidup.

Apalagi penggunaan obat juga tidak boleh sembarangan, misalnya tidak mengganggu lambung.

“Banyak topik yang up to date di bidang penyakit dalam untuk meningkatkan pengetahuan dokter yang bekerja di wilayah Kaltim-Kaltara,” ucap Ketua Panitia PIT PAPDI Kaltim–Kaltara tersebut.

Kali ini, PIT diperuntukkan bagi dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, serta dokter spesialis lainnya di seluruh Indonesia. Terutama wilayah Kaltim–Kaltara yang berminat meningkatkan kapabilitas dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien.

“Jumlah peserta dibatasi 250 orang. Saat ini tempat yang tersedia telah terisi 75 persen. Setiap workshop mungkin hanya terisi 40 peserta,” katanya.

Acara nasional ini akan mengundang puluhan pembicara dari berbagai penjuru negeri. Seperti Makassar, Surabaya, Bali, dan Jakarta.

Nono menyebutkan, biaya untuk mengikuti symposium dan satu workshop yakni Rp 800 ribu per orang.

Biaya itu sudah termasuk seminar kit, bahan materi, lunch, cofee break, dan SKP IDI. Selain itu, acara meriah dengan pameran farmasi, suvenir, batik, dan lainnya.

Bagi peserta yang beruntung, tersedia door prize dari panitia. Bagi Anda yang berminat menjadi peserta dapat menghubungi Ela dengan kontak 081254730602 atau Widi 0812 54767701. (*/gel/rsh)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tumit Anda Sering Nyeri? Mungkin ini Penyebabnya


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler