Ogah Naik Helikopter, Jokowi Terguncang 179 Kilometer

Jumat, 17 Maret 2017 – 19:45 WIB
FOTO RAME-RAME. Gubernur Cornelis (ketiga dari kiri) dan Presiden Joko Widodo (keempat dari kiri) berdiri bersisian usai meresmikan PLBN Terpadu Nanga Badau, Kamis (16/3). Semua rombongan ikut berfoto bersama. FOTO: Humas Pemprov Kalbar for Rakyat Kalbar

jpnn.com, PONTIANAK - Presiden Joko Widodo merasakan pengalaman baru ketika berkunjung ke Kalimantan Barat.

Pria yang karib disapa Jokowi itu harus rela merasakan buruknya ruas jalan Putussibau-Nanga Badau sepanjang 179 kilometer.

BACA JUGA: Palangka Raya, Jokowi dan Ide Bung Karno

Mobil yang ditumpangi Jokowi dan sang istri Iriana Jokowi bergoyang tak keruan saat melintasi jalan yang buruk.

Kendaraan khusus yang ditumpangi Gubernur Kalbar Cornelis juga mengalami hal serupa.

BACA JUGA: Jokowi Ingin Pindahkan Ibu Kota ke Palangka Raya

Jokowi memang memilih jalan darat menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau.

Padahal, Jokowi sebenarnya bisa menumpangi helikopter.

BACA JUGA: Dampingi Jokowi, Menko PMK Bagikan KIP-KIS di Kalbar

Namun, dia memilih jalur darat karena ini merasakan penderitaan yang dialami masyarakat Kapuas Hulu setiap menempuh perjalanan menuju border yang berbatasan dengan Lubuk Antu, Sarawak, itu.

“Saya sudah tujuh kali datang ke Kalimantan Barat. Hari ini saya meresmikan PLBN Terpadu Nanga Badau,” ucap Jokowi dalam agenda peresmian PLBN tersebut, Kamis (16/3).

Dia menambahkan, bangunan pos lintas batas negara merupakan kebanggan masyarakat Indonesia.

“Saya sudah bangun tiga PLBN di Kalimantan Barat. Pertama di Entikong, sekarang di Badau (Kapuas Hulu) dan Aruk (Sambas). Semuanya sudah dibangun,” ujarnya.

Menurut Jokowi, pembangunan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan sangat penting.

"Ekspor-impornya harus diintegrasikan," tambah pria asal Solo, Jawa Tengah itu.

Jokowi juga dengan tegas melawang aktivitas penyelundupan.

"Semuanya (barang ilegal) harus setop dan harus (keluar-masuk secara) resmi. Jadi jelas berapa pemasukan untuk negara. Kita sebagai rakyat bisa menikmati dari hasil perdagangan tadi," tukasnya.

Dia juga meminta sistem pengelolaan kawasan perbatasan yang terintegrasi dijalankan.

Hal itu penting agar kawasan di sekitar PLBN bisa dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

"Di PLBN Badau sudah didukung terminal barang dan penumpang, perdagangan atau pasar modern. Supaya masyarakat bisa menikmati roda perekonomian," ucapnya. (Andreas, Deska Irnansyafara, Ocsya Ade CP)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Jokowi, Tolong Tinjau Perbatasan Kalbar-Malaysia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Jokowi   perbatasan  

Terpopuler