OJK Genjot Literasi agar Masyarakat Kian Paham Pengelolaan Keuangan

Selasa, 14 Juli 2015 – 06:41 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya melakukan edukasi dan literasi tentang pengelolaan keuangan ke masyarakat. Senin (13/6), lembaga pimpinan Muliaman Hadad itu  acara bertema “Merencanakan dan Mengelola Keuangan” di Masjid Jami Bintaro, Jakarta, guna mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S. Soetiono yang hadir dalam kegiatan itu menyatakan, pihaknya tengah berupaya mengimplementasikan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) tahun 2015. Kegiatan edukasi pun digelar secara berantai demi memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan.

BACA JUGA: Perhutani Gandeng Asuransi Jiwa Syariah Amanah Githa

Merujuk pada data hasil Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI), Titut -sapaan Kusumaningtuti- mengatakan, indeks utilitas produk dan jasa keuangan di Indonesia masih di angka 59,74 persen. “Jadi OJK menganggap perlu untuk terus mendorong peningkatan utilitas demi terciptanya masyarakat keuangan yang baik," katanya sebagaimana rilis OJK.

Menurutnya, ada beberapa sebab sehingga masyarat kurang memahami dan bisa bersikap bijak dalam pengelolaan keuangan. Misalnya, hambatan bagi masyarakay dalam mengakses lembaga keuangan.

BACA JUGA: Luncurkan Pertalite H+7 Lebaran, Harga Belum Diputuskan

Di sisi lain, katanya, banyak anggota masyarakat juga enggan mengetahui lebih dalam tentang  produk dan jasa lembaga keuangan. Akibatnya, masyarakat juga belum terpacu untuk memanfaatkan produk jasa keuangan.

Karenanya Titut mengatakan,  OJK akan proaktif mengedukasi masyarakat. Harapannya agar masyarakay semakin melek dalam pengelolaan keuangan, termasuk memanfaatkan layanan lembaga keuangan.

BACA JUGA: Jokowi Minta Ada Badan Transportasi Khusus Jabodetabek

Titut menambahkan, ada produk dan jasa keuangan yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat. “Misalnya asuransi, pembiayaan, dana pensiun, pasar modal hingga pegadaian,” tuturnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dirut Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Selama Lebaran


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler