Oknum Babinsa Pro Prabowo-Hatta Dinilai Langgar Sumpah Prajurit

Kamis, 05 Juni 2014 – 19:46 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Tim sukses pasangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, angkat bicara terkait beredarnya informasi keterlibatan oknum anggota bintara pembina desa (babinsa) dari sebuah kesatuan Komando Rayon Militer (Koramil) di wilayah Jakarta Pusat, ikut berupaya memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Juru bicara calon wakil presiden Jusuf Kalla, Poempida Hidayatulloh, menilai langkah tersebut sangat tidak dibenarkan karena jelas-jelas bertentangan dengan sapta marga dan sumpah prajurit.

BACA JUGA: Akil Mengaku Tak Tahu soal Aliran Uang ke Biduan

Karena itu ia menuntut penegak hukum segera mengusut dugaan tersebut secara cepat, agar tidak mengganggu proses pemilihan presiden yang kini memasuki tahapan kampanye.

“Terlibatnya TNI aktif dalam konteks propaganda sunyi untuk memenangkan salah satu pasangan capres-cawapres, tidak hanya bertentangan dengan sapta marga dan sumpah prajurit. Tindakan seperti itu merupakan perbuatan makar yang melawan keberadaan pemerintah sah sebagai representasi negara,” katanya di Jakarta, Kamis (5/6).

BACA JUGA: Kelulusan Honorer K2 KemenPU Diumumkan

Poempida juga mengingatkan, bahwa kepatuhan TNI aktif kepada perseorangan yang tidak dalam struktur kesatuan TNI, adalah makar dan dapat dihukum mati.

“Independensi dan netralitas TNI adalah tonggak terjaganya NKRI. Jika tindakan demikian dibiarkan akan menghancurkan NKRI yang tercinta ini,” katanya.(gir/jpnn)

BACA JUGA: Tepis Kabar Kubu Prabowo-Hatta Gunakan TNI untuk Pengaruhi Warga

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kalah Survei, Prabowo-Hatta Tuding SSS Tidak Netral


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler