Omnibus Law, Salah Satu Jurus Jokowi Tarik Investasi

Kamis, 02 Januari 2020 – 22:02 WIB
Presiden Jokowi saat akan lepas landas dari Bandara Internasional Juwata Kota Tarakan dengan Super Puma. Foto BPMI Setpres

jpnn.com, JAKARTA - Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang tengah disiapkan pemerintah dinilai menjadi kunci untuk menarik investasi asing ke Indonesia.

Masuknya investor asing itu juga untuk kebangkitan sektor manufaktur dalam negeri.

BACA JUGA: Jokowi Bicara Saham Gorengan di BEI

"Omnibus law tentang ketenagakerjaan itu salah satu prasyarat untuk meningkatkan lagi bidang manufaktur," kata Chief Economist Danareksa Research Institute Moekti Prasetiani Soejachmoen saat dihubungi, Kamis (2/1).

Isu ketenagakerjaan menjadi salah satu perhatian investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain adalah upah.

BACA JUGA: Banjir Masih Kepung Sebagian Area Ibu Kota, Ini Pesan Jokowi

"UMR itu yang menjadi keluhan. Makanya mereka memilih tenaga kontrak," ujar Moekti.

Implementasi omnibus law khusus ketenagakerjaan akan menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memajukan sektor manufaktur.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Jokowi-Prabowo Makin Mesra, Hingga Anies Baswedan Diserbu Keluhan Banjir

“Kalau pemerintah bisa menepati janjinya untuk omnibus law bisa tahun depan, itu bisa menjadi sentimen positif untuk menarik investor ke Indonesia,” lanjut Moekti.

Menurutnya Indonesia perlu kembali mengandalkan manufaktur sebagai motor pertumbuhan ekonomi, di tengah melemahnya harga komoditas.

"Selama ini kan perekonomian Indonesia dari ekspor bergantung pada komoditas dan harga komoditas tergantung pada harga internasional. Jadi, meskipun volume naik, tapi nilainya justru turun," ucapnya.

Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengharapkan iklim investasi mampu mendongkrak industri nasional pada 2020 yang pada akhirnya dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Walau iklim ekonomi dan investasi dunia masih akan sulit, Indonesia berpeluang mengkoreksi tren ini dengan melakukan perubahan drastis terhadap iklim investasi nasional melalui kebijakan omnibus law dan kebijakan insentif pajak untuk investasi," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani saat dihubungi, Selasa.

Omnibus law dan pemberian insentif pajak menjadi angin segar untuk memperbaiki iklim investasi sehingga menjadi daya tarik investor masuk ke Indonesia.

"Kami berharap perubahan iklim investasi nasional via kebijakan-kebijakan ini bisa mendorong terjadinya investasi industri yang lebih tinggi dan di Indonesia agar setidaknya di kuartal IV pada 2020 dan 2021 kita bisa melihat peningkatan kontribusi industri terhadap GDP," ucapnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler