Omzet Pedagang Tahu dan Tempe Turun Drastis

Minggu, 25 Agustus 2013 – 10:24 WIB

jpnn.com - PEKALIPAN - Naiknya harga kedelai impor yang dipicu oleh nilai tukar rupiah yang menurun, membuat pelaku usaha tempe dan tahu kelimpungan. Begitu pun dengan nasib para pedagang tahu tempe yang mengaku dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan omzet tiap harinya.

Pedagang tahu dan tempe di Pasar Kanoman, Sugianto (28) menyebut kenaikan bahan baku pembuat tempe dan tahu, yakni kedelai membuat harga tahu dan tempe juga ikut naik. Harga tahu tegal, semula Rp250 menjadi Rp300/biji, tahu bandung semula Rp500 kini naik menjadi Rp700/buah. Sedangkan harga tempe lebih mahal saat ini, kenaikanya hampir 50 persen dari harga semula.

BACA JUGA: Pasokan Langka, Harga Daging Sapi Melonjak

"Tempe dulu harganya masih Rp5 ribu/potong kini naik menjadi Rp7 ribu/potong, begitu pun dengan dage tadinya Rp3.500/potong kini Rp5ribu/potong," beber dia, kepada Radar (Grup JPNN), Sabtu (24/8).

Kenaikan harga ini membuat para pembeli mengurangi jumlah pembelian. "Mereka tidak membeli dalam jumlah yang banyak, biasanya beli banyak sekarang dikurangi," ucap Sugianto, menuturkan.

BACA JUGA: PT Batan Tekno Diminta Atasi Masalah Burung

Sehingga otomatis, dengan kondisi seperti ini, membuat produksi tempe dan tahu pun menurun. Dengan demikian, para pedagang pun mengalami penurunan omzet bila dibandingkan sebelum kenaikan harga.

"Dulu kita selalu punya stok 40 lonjor tempe kini hanya 20 lonjor per hari, sedangkan tahun kita menyediakan 30 papan sebelum naik, kini hanya menyediakan 20 papan," ungkapnya.

BACA JUGA: Dahlan Iskan Tunjuk Pengganti Dirut Pindad

Tak hanya harga yang tinggi, ukuran tempe dan tahu pun menyusut, lebih kecil dibandingkan sebelum harga kedelai naik. Namun, ia tak bisa berbuat banyak. karena bahan baku membuat tahu tempe tersebut juga naik.

Salah seorang pembeli, Hj Eeng mengaku tak mempermasalahkan kenaikan harga tahu dan tempe yang sudah menjadi makanan tradisi di rumah tanggga. Walau tidak tiap hari menyediakan tahu dan tempe, menurutnya, menu tersebut selalu menjadi pilihan lauk pauk bagi keluarganya di rumah. Ia sangat memahai kondisi saat ini, dimana harga kedelai sedang naik.

"Ya ibu sih, gak terlalu bermasalah, karena kondisinya seperti itu," pungkasnya. (jml)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anjloknya Nilai Rupiah karena Kesalahan Pemerintah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler