Operasi Tinombala Sudah Berjilid-jilid, Komjen Listyo Mampu Menuntaskan Tidak?

Selasa, 19 Januari 2021 – 20:34 WIB
Komjen Listyo Sigit Prabowo. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst, Harits Abu Ulya mengatakan tantangan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri yakni menuntaskan Operasi Tinombala untuk menangkap terorisme kelompok Ali Kora di Poso, Sulawesi Tengah.

Menurut dia, ada banyak tugas yang harus diselesaikan Komjen Listyo ketika sudah dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Jenderal Idham Azis, diantaranya menyelesaikan sisa-sisa kasus pada masa Jenderal Idham yang menjadi perhatian publik.

BACA JUGA: Makalah Calon Kapolri Komjen Listyo Masuk ke DPR Hari Ini, Besok Diuji

“Terutama kasus terbunuhnya enam orang FPI, dan kasus perburuan teroris di Poso dengan Operasi Tinombala yang berjilid-jilid itu serta separatisme OPM,” kata Harist saat dihubungi pada Selasa, 18 Januari 2021.

Terpenting, kata Harist, Komjen Listyo harus mampu membangun citra Polri mulai dari top leader sampai bawah itu bisa diterima masyarakat dengan baik. Makanya, Komjen Listyo perlu berbenah dengan melakukan reformasi internal Polri.

BACA JUGA: Ketua Sabaki Cerita saat Curhat kepada Listyo Sigit Prabowo

“Realitas masyarakat bawah itu memang ada distrust, ketidakpercayaan terhadap Polri. Jadi, butuh kerja keras untuk ditumbuhkan kepercayaan masyarakat ini, bagaimana bisa memastikan Polri itu promoter (profesional, modern dan terpercaya),” ujarnya.

Di samping itu, Harist mengatakan Komjen Listyo sebagai calon Kapolri diharapkan punya integritas yang baik dan bisa on the track. Sebab, hal ini dikaitkan juga dengan isu primordial bahwa penduduk Indonesia mayoritas muslim. Sedangkan, calon Kapolri Komjen Listyo nonmuslim.

BACA JUGA: Komjen Listyo Sigit Memiliki Pengalaman yang tidak Dipunyai Tito Karnavian

“Kalau bisa profesional, dan membawa institusi ini bekerja sebagai pelayan publik dan penegak hukum, bukan sebagai pelayan kekuasaan, bukan sebagai alat kekuasaan. Maka, ini bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada Polri. Tentu, masyarakat masih punya harapan ada keadilan yang bisa tegak untuk semua pihak tanpa pandang bulu,” jelas dia.

Jadi, Harist mengatakan bahwa isu terorisme yang digencarkan sebagai tantangan bagi calon Kapolri Komjen Listyo karena beragama nonmuslim tentu sangat tidak relevan dan terlalu mengada-ada, bahkan kebablasan.

“Ada Pak Listyo atau tidak, isu teroris itu memang sudah menjadi isu global. Jadi, tidak menunggu Pak Listyo yang nonmuslim menjadi Kapolri, tidak relevan dan enggak korelatif. Jadi kalau jualan isu teroris menjadi ancaman bagi Kapolri nonmuslim, itu terlalu mengada-ada,” tandasnya. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler