Optimis, Tak Ingin Juru Kunci di Perolehan Piala PON Jabar

Kamis, 16 Juni 2016 – 03:25 WIB
Logo PON Jabar 2016. foto: Dokumen jpnn

jpnn.com - BENGKULU – Pucuk pimpinan baru di tubuh Komite Olahraga Nasional (KONI) Provinsi Bengkulu memberi gairah baru bagi dunia olahraga Bengkulu. Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Yuan De Gama, mengusung tekad membawa Bengkulu meraih prestasi lebih baik lagi. 

PON XIX di Jawa Barat September mendatan akan menjadi titik balik bagi Provinsi Bengkulu. Capaian prestasi itu penting supaya Bengkulu bisa dikenal provinsi lain di bidang olah raga. Yuan De Gama ingin Bengkulu tidak boleh berada di juru kunci perolehan piala dalam PON nanti. 

BACA JUGA: MU Siap Banding Sanksi Komdis ISC

“Prestasi olahraga kita selama PON memang terus menurun. Namun bukan menjadi hilang gairah. Namun ini menjadi cambuk supaya bisa lebih baik,” kata Yuan De Gama dalam Pembukaan Pelatnas Persiapan PON XIX 2016 di Grage Hotel Bengkulu kemarin.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Bengkulu Dr. H Ridwan Mukti, MH, Kapolda Bengkulu Brigjen. M. Ghufron, para atlet dari berbagai cabang olah raga, Ketua KONI se Provinsi Bengkulu dan juga ketua Pengurus Cabang Olahraga se Provinsi Bengkulu. 

BACA JUGA: PSM Bidik Satu Poin di Kandang Sriwijaya

Yuan berharap melalui Pelatnas yang dilakukan secara terpusat tersebut bisa mempersiapkan atlet dan juga pelatih baik secara fisik, kemampuan dan skill dalam menghadapi PON nanti. 

“Dukungan Gubernur sangat besar di bidang olahraga. Harus rebut emas di PON XIX. Kesampingkan Individu kedepankan kepentingan bersama. Kami juga berharap pak Gubernur bisa memberikan reward pada atlet yang berprestasi pada PON nanti,” kata Yuan.

BACA JUGA: Kepincut Ibrahimovic, Raksasa Bavaria Siap Salip Setan Merah

Sementara itu Ketua Satgas Bengkulu Emas yang dibentuk untuk menangani Pelatnas ini, Irwan Alidi mengatakan Pelatnas dilaksanakan selama 3 bulan yang dipusatkan di Grage Hotel Bengkulu. Cabor yang lolos dalam PON ada 17 cabor. 

Yakni anggar, gulat, binaraga, angkat besi, angkat besi, biliar, wushu, sepatu roda, tinju, sepak takraw, atletik, senam, tenis meja, silat, karate, renang, selam dan taekwondo. “Ada 39 atlet yang akan diutus dalam PON itu serta  22 pelatih. Panitia akan semaksimal mungkin berkoordinasi dalam melayani kebutuhan atlet dan pelatih selama Pelatnas. Kita berharap dengan adanya Pelatnas ini Bengkulu tidak berada di juru kunci,” katanya.

Sementara itu Gubernur Ridwan Mukti mengatakan pelatihan terpusat ini bisa mengukur kemampuan atlet yang akan berlaga di PON nanti. Setelah selesai Pelatnas bisa dinilai Bengkulu berada di peringkat berapa dalam PON nanti. Pelatnas ini harus dilakukan secara ketat sehingga bisa menghasilkan atlet yang siap bertanding dengan kemampuan terbaiknya. 

“Ini moment kita untuk bangkit. Tidak bisa hanya faktor keberuntungan saja. Pelatihan yang betul-betul terstruktur dan pelatihan yang baik harus dilakukan untuk bisa berprestasi,” katanya.

Dia juga berharap pelatih dan instruktur bisa melatih sesuai harapan. “Tekad tak mau berada di juru kunci ini menjadi lecutan yang mutlak bagi kita,” katanya.

Dia juga meminta supaya media ikut berperan dalam mewujudkan hal itu. Media mampu mempengaruhi segala hal. Sehingga yang dibutuhkan dari media adalah energy positif dan semangat. Jangan hanya memberitakan yang negatif saja dari Pelatnas itu nanti. Jangan atletnya telah berlatih keras namun pengurusnya diberitakan korupsi. Nanti akan terimbas pada mental atlet. “Ya nanti capek,” katanya.

Dia juga meminta supaya anggaran bantuan pemerintah untuk PON tidak habis hanya untuk membayar honor saja. Untuk membiayai perjalanan dinas yang tidak perlu. Atau juga habis untuk mengelola secretariat. Kedepankan dana itu untuk menciptakan prestasi atlet. “Jangan habiskan untuk itu, kita tengah prihatin. Walau keuangan terbatas prestasi harus bagus. Insya Allah saya akan berusaha mencari sumber pendanaan untuk mengangkar harkat prestasi olahraga Bengkulu,” tutupnya.

Pembukaan Pelatnas diawali dengan penampilan I Putu Ketut Gede Arnold yang merupakan atlet binaraga di kelas 85 kilogram. Pria kelahiran 19 Agustus 1980 itu diharapkan bisa menyumbangkan emas untuk Bengkulu. Kemudian ditandai dengan pemukulan dol oleh Gubernur bersama FKPD Bengkulu.(del/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gara-gara Suporter, MU Disanksi Tak Boleh Berlaga di Kandang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler