Orang Tua Durhaka! Sekap 13 Anak di Ruangan Pengap dan Gelap

Rabu, 17 Januari 2018 – 08:23 WIB
David dan Louise Turpin bersama 13 anak mereka. Foto: Facebook

jpnn.com, CALIFORNIA - Lewat sambungan telepon, gadis 17 tahun itu melapor ke 911 bahwa dia baru saja kabur dari sekapan orang tuanya. Laporan itu lantas diteruskan ke kantor Sheriff Riverside County.

Gadis tersebut minta polisi cepat-cepat membebaskan 12 saudara kandungnya yang masih disekap. Minggu (14/1), setelah menerima laporan itu, aparat langsung bergerak ke lokasi yang dimaksud.

BACA JUGA: Porak Poranda, California Bak Medan Pertempuan Perang Dunia

Rumah itu terletak di kawasan permukiman menengah atas di Kota Perris, Riverside County, Negara Bagian California, AS. Dari luar, rumah bercat cokleat muda di Muir Woods Road 160 tersebut terlihat biasa saja. Sama dengan rumah-rumah di kanan kirinya.

Tapi, di dalamnya, David Allen Turpin dan Louise Anna Turpin memiliki 12 ”sandera’’.

BACA JUGA: Warga Hilang Tersapu Banjir di California

”Para korban yang kami temukan terlihat sangat dekil dan kurang gizi.” Demikian bunyi keterangan resmi kepolisian tentang penyekapan di rumah keluarga Turpin tersebut sebagaimana dilansir Associated Press kemarin, Selasa (16/1).

Para korban yang dimaksud adalah anak-anak Turpin. Jumlahnya 13 orang, termasuk satu yang berhasil kabur dan membongkar penyekapan tersebut.

BACA JUGA: Sri Mulyani Histeris Lihat Suami Bunuh Anak Sendiri

Sheriff Riverside County, dalam laporannya, menyatakan bahwa tujuh di antara 13 korban sudah dewasa. Sedangkan enam yang lain masih anak-anak.

Usia korban termuda sekitar 2 tahun dan yang paling tua kira-kira 29 tahun. Saat ditemukan, beberapa di antara mereka terikat pada tempat tidur.

Sepertinya, anak-anak itu memang sengaja diikat di dalam ruangan yang pengap, bau, dan gelap tersebut.

”Para korban mengaku kelaparan. Maka, setelah membebaskan mereka dari rumah itu, kami langsung memberikan makanan dan minuman.” Dua kalimat itu tercantum dalam laporan tertulis kepolisian.

Sejauh ini, aparat masih merahasiakan nama anak-anak yang diyakini sebagai anak kandung suami istri Turpin tersebut. Aparat masih fokus pada kesehatan anak-anak itu dan belum menginterogasi mereka.

Gadis 17 tahun yang membongkar penyekapan orang tuanya itu, menurut seorang polisi, juga butuh penanganan medis. ”Dia sangat kecil. Kami pikir usianya baru 10 tahun,” katanya.

Setelah mengontak 911 dan bertemu polisi untuk menjelaskan situasi rumahnya, si gadis itu dilarikan ke rumah sakit.

Begitu tercium media, berita penyekapan itu pun langsung tersebar ke segala penjuru dunia. Tidak hanya penduduk Perris, warga Kota Los Angeles yang berjarak sekitar 112 kilometer dari lokasi kejadian pun ikut gempar.

Apalagi setelah foto mugshot David dan Louise beredar. Mereka tidak menyangka, pasangan terhormat yang punya sekolah di Perris itu tega menyekap buah hatinya.

”Saya benar-benar tidak menduga semua ini bisa terjadi. Saya bahkan tidak tahu ada anak-anak di rumah itu,” ungkap Andrew Santillan, salah seorang tetangga keluarga Turpin, ketika diwawancarai Press-Enterprise of Riverside.

Pernyataan senada dipaparkan tetangga-tetangga yang lain. Rata-rata, mereka mengaku tidak pernah melihat ada anak-anak di rumah itu.

Tapi, Robert Perkins mengungkapkan bahwa dirinya pernah melihat beberapa anak di halaman rumah tersebut.

”Beberapa tahun lalu, saya melihat anak-anak sedang sibuk membikin gua Natal di halaman depan. Mereka terlihat kurus-kurus dan pucat. Saat saya sapa, mereka diam saja,” katanya sebagaimana diberitakan New York Times.

Seingat Perkins, ada ibu bocah-bocah itu juga di depan pintu rumah. Tapi, si ibu juga diam saja.

Bagi Perkins, keluarga yang tinggal di rumah tersebut adalah keluarga yang sangat tertutup. Keluarga Turpin juga sangat jarang terlihat berada di luar rumah.

Beberapa tetangga yang lain mengatakan bahwa lampu-lampu di dalam rumah itu dibiarkan tetap menyala pada siang hari. Tapi, tidak ada yang menduga bahwa ada anak-anak yang disekap di sana.

Minggu itu, David dan Louise langsung diamankan. Mereka dikeler ke kantor polisi setelah tidak bisa menjawab pertanyaan polisi tentang alasan menyekap 13 anak tersebut.

Departemen Pendidikan California mencatat nama David dan Louise sebagai pemilik Sandcastle Day School. Sekolah dasar itu juga beralamat di kediaman pasangan yang sebelumnya tinggal di Negara Bagian Texas tersebut.

Dalam situsnya, sekolah itu mulai beroperasi pada Maret 2011. Ada enam anak yang tercatat sebagai murid. Mereka masing-masing duduk di kelas yang berbeda pada tahun pelajaran 2016–2017.

Reuters melaporkan bahwa David bangkrut pada 2011. Pernyataan itu dikuatkan dengan dokumen resmi pengadilan. Di sana tertulis, pria 57 tahun tersebut punya utang sekitar USD 100.000 (sekitar Rp 1,3 miliar) dan USD 500.000 (sekitar Rp 6,6 miliar), tapi tidak bisa membayarnya.

Sebelum pindah ke California, David adalah insinyur yang bekerja di Northrop Grumman. Sedangkan Louise adalah ibu rumah tangga.

Dalam foto-foto di laman Facebook keluarga Turpin, dan yang kini berseliweran di dunia maya, David dan Louise serta 13 anak mereka terlihat seperti keluarga normal.

Ada satu foto yang menunjukkan para anak perempuan memakai gaun dengan model dan warna yang sama di samping kanan dan kiri orang tua mereka. Foto itu diambil saat David dan Louise memperbarui janji nikah di Kota Las Vegas. (hep/c17/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketika Ganja Legal, Ibu dan Anak Pun Mengantre Bersama


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler