Ormas Islam Kecam Festival Daging Babi di Semarang

Rabu, 03 Februari 2016 – 07:34 WIB
Pork Festival. Foto: twitter

jpnn.com - SEMARANG - Festival masakan daging babi bertajuk "Pork Festival" di Semarang mengundang protes dari ormas Muhammadiyah setempat. Even tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian umat muslim.

Menurut Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang AM Jumai, acara yang rencanannya bakal digelar pada tanggal 4-8 Februari mendatang itu sebaiknya dibatalkan saja. 

BACA JUGA: Mau Bayar Pajak Kegiatan Dana Desa, Uang Rp 52 Juta Melayang Disambar Jambret

"Ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat masyarakat saat ini mudah terprovokasi," kata Jumai kepada Radar Semarang (grup JPNN), Selasa (2/2).

Jumai mengatakan, acara itu dapat diartikan sebagai tantangan kepada anggota masyarakat yang mengharamkan daging babi untuk bereaksi. Apalagi, pusat perbelanjaan Sri Ratu yang jadi lokasi acara berada di kawasan dengan mayoritas penduduknya umat Islam.

BACA JUGA: Sudah 25 Nyawa Melayang Karena DBD

Jumai pun mengatakan, pihaknya tidak akan keberatan jika acara itu digelar untuk kalangan terbatas dan tidak dipublikasi luas. "Silahkan tetap digelar tapi khusus untuk internal saja," ujar dia.

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Muhtarom menambahkan bahwa pihaknya tidak bermaksud buruk kepada penyelenggara acara. Menurutnya, Muhammadiyah hanya khawatir akan terjadi hal-hal yang dapat merusak kehidupan toleran yang ada di Semarang. 

BACA JUGA: Tiket Masuk Rp 10 Ribu Dianggap Terlalu Mahal

"Jika tetap dilaksanakan dan dipublikasikan, kami akan melayangkan surat protes," tegasnya. 

Untuk diketahui, Pork Festival diselenggarakan komunitas pecinta kuliner Kuliner Semarang. Acara tersebut rencanannya bakal menghadirkan berbagai masakan daging babi baik baik dari dalam maupun luar negeri. (fai/ric/cel/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Teror Mata Lele Datang Bersama Banjir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler