OSO: Gebu Minang Harus Jaga Persatuan Dalam Keragaman

Sabtu, 23 September 2017 – 23:35 WIB
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang saat sosialisasi empat pilar MPR di hadapan anggota Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (23/9). Foto: Humas MPR

jpnn.com, PADANG - Di hadapan ratusan anggota Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang Wilayah Sumatera Barat, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang mengakui anggota Gebu Minang terdiri dari beragam profesi dan latar belakang politik. Dengan perbedaan tersebut, diharapkan anggota dan pengurus organisasi itu bisa menjaga persatuan.

“Boleh berbeda-beda tetapi tetap orang Minang,” ujar OSO sapaan Oesman Sapta di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (23/9).

BACA JUGA: MPR Ajak Pramuka Merawat Indonesia

Sebagai organisasi yang tersebar di berbagai daerah, Oesman Sapta yakin Gebu Minang akan menjadi organisasi yang besar. Menurutnya, saat ini di Indonesia ada orang Minang sebanyak 16.700.000 jiwa.

Dalam pesannya, Oesman Sapta mengingatkan agar orang Minang jangan meninggalkan asal usul.

BACA JUGA: Hermanto: Nilai Keberadaban Telah Hilang

"Jangan lupakan ninik mamak, cerdik pandai, orangtua, dan saudara lainnya," ujarnya. Meski demikian diharapkan agar Gebu Minang terus mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebagai organisasi yang sudah lama berkiprah di masyarakat, di mana Gebu Minang pernah mengumpulkan sumbangan per orang Rp 1000 dan selanjutnya disumbangkan ke masyarakat. Hal yang demikian ingin ditingkatkan oleh Oesman Sapta yang juga menjadi Ketua Gebu Minang menjadi Rp 10.000. "Dan selanjutnya akan disumbangkan ke masyarakat," paparnya.

BACA JUGA: Blusukan ke Pasar, Wakil Ketua MPR Beli Cabai

Pertemuan anggota Gebu Minang tersebut diakui sangat penting untuk membahas masa depan. Untuk itu struktur organisasi yang ada diharapkan diisi oleh orang-orang yang mau bekerja.

Dalam pesan Empat Pilar MPR, dirinya mengajak mereka untuk mengamalkan Pancasila. Sebagai orang Minang, Oesman Sapta yakin orang Minang mencintai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Di saat-saat ini, dirinya mengajak warga Gebu Minang menghilangkan isu-isu yang tak penting.

"Bila kita membicarakan isu tak penting, kita akan ketinggalan jaman," ucapnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Zulkifli Hasan: Agama dan Kebangsaan Lebur Dalam Kebinekaan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR  

Terpopuler