OSO Tantang RSUD Pontianak Beli Fasilitas CT-Scan

Rabu, 04 Mei 2016 – 21:46 WIB
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang didampingi Wali Kota Pontianak Sutarmidji mendengar penjelasan Direktur RSUD Pontianak, Yuliastuti tentang fasilitas rumah sakit, Rabu (4/5). FOTO: M Fathra NI/JPNN.com

jpnn.com - PONTIANAK - Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang menantang Direktur RSUD Sultan Syarif Muhammad Al Kadrie, Pontianak, segera melengkapi fasilitas CT-Scan agar bisa melayani general check-up.

Ini disampaikan pimpinan MPR dari unsur DPD yang akrab disapa OSO ketika berkunjung ke RSUD tersebut, Rabu (5/4). Hadir ketika itu Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Bupati Kubu Raya Rusman Ali, Bupati Kabupaten Sambas terpilih, Atbah dan Dirut RS Yuliastuti Saripawan.

BACA JUGA: Ini Jurus Menteri Yohana Kawal Kasus Yuyun

“Masa CT-Scan belum punya? Kalau bisa lengkapi, harus direbut check-upnya supaya masyarakat kita jangan ke Kuching (Malaysia) lagi. Nanti saya juga akan check-up di sini,” katanya.

RSUD Sultan Syarif Muhammad Al Kadrie dibangun Pemerintah Kota Pontianak di atas lahan seluas 3,4 hektar. Bila keseluruhan gedung selesai dibangun, di sana akan ada 300 ruang perawatan. Menariknya, di RSUD ini tidak memberlakukan kelas perawatan.

BACA JUGA: Wow, Blogger Top Australia Ramaikan Festival Wonderful Indonesia

Oso sendiri menilai RSUD tersebut masih dalam tahap penyelesaian dan salah satu karya terbaik Wali Kota Pontianak. Namun, ia meminta Pemkot segera melengkapi fasilitas untuk pelayanan general check-up. Bila perlu dengan cara dicicil.

“Ini penting agar warga yang terpaksa ke Malaysia untuk melakukan check-up. Apalagi dokter di Indonesia sudah semakin ahli, dan menguasai ilmu kesehatan,” tambahnya.

BACA JUGA: SQ Bantu Wonderful Indonesia Rambah Pasar India

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, menyebutkan RSUD di kota itu sengaja tidak memberlakukan kelas-kelas pelayanan seperti kelas I, II, III maupun VIP.

“Yang membedakan pelayanan hanya jenis penyakitnya. Kalau fasilitas ruangan sama, obat sesuai standar. Hanya alat kesehatan belum lengkap karena harganya bisa setara gedung. Alat CT-Scan yang 22 slide harganya bisa Rp 30 miliar,” katanya.

Direktur RSUD, Yuliastuti menyebutkan pelayanan kesehatan di RSUD yang ia pimpin tidak dikelompokkan, karena sesungguhnya setiap pasien berhak mendapat pelayan sesuai kebutuhannya.

Hingga kini pihaknya terus melakukan perbaikan baik gedung, peralatan maupun pelayanan. Sayangnya hingga kini RSUD Sultan Syarif Muhammad Al Kadrie belum memiliki fasilitas General  check up sehingga banyak pasien yang belum tertangani sesuai kebutuhan medis yang semestinya.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ssttt...Ada Caketum Golkar Mau Main Golf


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler