Pabrik di Korsel Tutup Sementara, Samsung Indonesia: Pasokan Unit Aman

Rabu, 04 Maret 2020 – 17:35 WIB
Pabrik Samsung di Gumi. Foto: Pocketnow

jpnn.com, JAKARTA - Beberapa waktu lalu, Samsung mengumumkan menutup pabrik mereka yang berlokasi di Gumi, Korea Selatan, karena ancaman virus corona yang meluas.

Hal itu, dilakukan setelah seorang karyawan terinfeksi positif corona dan kemudian diisolasi di sebuah lantai gedung.

BACA JUGA: Gandeng Produsen Otomotif Tiongkok, Toyota Akan Bangun Pabrik Mobil Listrik

Pabrik Samsung di Gumi sendiri merupakan fasilitas produksi salah satu model flagship Samsung, yakni Galaxy Fold dan Galaxy Z Flip. Padalah kedua ponsel tersebut telah dipasarkan di Indonesia.

Imbas penutupan pabrik tersebut, apakah mempengaruhi distribusinya khususnya ke pasar Indonesia?

BACA JUGA: Samsung Karantina Karyawan Pabrik Terinfeksi Virus Corona, Produksi Lancar

Dikatakan Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia Denny Galant, dari Samsung sendiri memastikan konsumen di Indonesia akan tetap terpenuhi terkait ketersediaan unit ponsel flagship Samsung.

"Yang jelas dari Samsung memastikan kebutuhan dari konsumen itu akan tetap terpenuhi meskipun kita semua tahu situasi sekarang ini. Namun, kami memastikan bahwa suplai smartphone Samsung tidak akan terganggu dan berjalan dan berjalan," ungkap Denny di sela peluncuran Galaxy S20 Series dan Galaxy Z Flip di Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

BACA JUGA: Samsung Galaxy Z Flip Hadir di Indonesia, Dijual Terbatas

Ia menambahkan, meskipun pabrik Samsung di Gumi dihentikan sementara, tetapi ia menegaskan tidak ada masalah dalam hal pasokan produknya.

"Ada dua hal yang harus diketahui. Pertama, Samsung memastikan prioritas safety dari karyawan, pengguna dan pelanggan. Ketiga hal itu menjadi prioritas paling tinggi. Kedua, meskipun adanya virus corona, tetapi kami memastikan dan kami bisa mengonfirmasi bahwa kebutuhan seri Galaxy flagship di Indonesia itu sudah kami pastikan terpenuhi dengan baik," terangnya.

Ia pun berharap agar dampak virus corona ini tidak berkepanjangan dan bisa teratasi dengan cepat.

"Ya semoga saja virus corona ini bisa teratasi dengan cepat," tandasnya. (mg9/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler