Pahami Efek Samping Kecanduan Penggunaan Suntik Filler

Rabu, 21 Juni 2023 – 20:52 WIB
Ilustrasi perawatan kulit dengan metode filler (ANTARA/Ho)

jpnn.com, JAKARTA - Filler menjadi salah satu tindakan non-medis yang bisa membuat wajah lebih kencang dan menghilangkan kerutan, serta garus halus.

Namun, pasien harus tahu bahwa ada risiko melakukan tindakan filler secara berlebihan. Umumnya filler dilakukan dalam waktu kurang dari 30 menit.

BACA JUGA: Waspada Ladies, Ini Lho Bahaya Mengerikan Suntik Filler Payudara

Meski memberikan dampak yang cepat, menggunakan filler secara terus menerus dan berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang tidak baik.

Dokter estetika Maya Safriana Lubis MBiomed (AAM) mengatakan kebanyakan menggunakan filler bisa membuat bentuk wajah menjadi aneh.

BACA JUGA: Waduh, Ini Lho 3 Bahaya Suntik Filler Wajah

"Karena menawarkan hasil yang instan, tidak ada standarisasi dosis, dan ukuran tepat dalam penggunaan filler, sehingga banyak orang jadi salah prediksi dan menggunakan secara berlebihan," kata dokter Maya, dalam keterangannya, Rabu (21/6).

Menurut dia, dokter adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk menentukan standarisasi dosis penggunaannya. Seorang dokter, lanjut dia, harus bisa melakukan assessment terhadap wajah pasien.

BACA JUGA: Efek Samping Filler Payudara Sangat Berbahaya, Mengerikan


Dokter estetika Maya Safriana Lubis MBiomed (AAM). Foto: dok. pribadi

"Setiap pasien punya wajah yang variatif, jadi, dokter harus paham dengan standarisasi wajah yang proporsional," tuturnya.

Tugas dokter cukup memberikan terapi yang sesuai dengan kebutuhan wajah sang pasien, tidak perlu malah jualan produk yang justru menyebabkan wajah pasien menjadi over.

Oleh karena itulah, dia menyarankan untuk melakukan suntik filler sesuai kebutuhan. "Sering menyuntikkan filler ke wajah dengan dosis yang tidak tepat akan menghilangkan originalitas wajah," jelasnya.

Wajah yang mendapat kelebihan penyuntikan filler akan menyebabkan reaksi fatal dan memunculkan reaksi pembengkakan, seperti necrosis akibat kompresi pembuluh darah, kebutaan, bahkan kehilangan jaringan wajah akibat kurang suplai oksigen ke jaringan.

"Sebelum injeksi, pasien ada baiknya konsultasikan dahulu kepada dokter klinik, sesuaikan kebutuhan wajah, jangan berekspetasi," ujar pemilik 5 klinik estetika ini.

Menyadari betapa pentingnya edukasi terkait hal itu, dokter Maya pun kerap kali membagikan edukasi penting melalui konten-konten menarik di media sosial. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler