Pak Agus Beberkan Kabar Gembira soal Investasi Industri Pengolahan

Selasa, 27 April 2021 – 14:33 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membeberkan kabar gembira soal realisasi investasi industri pengolahan triwulan I 2021. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan realisasi investasi industri pengolahan triwulan I 2021 mencapai Rp 88,3 triliun atau naik 38 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 64 triliun.

"Sektor manufaktur memberikan kontribusi signifikan hingga 40,2 persen terhadap total nilai investasi di Indonesia yang mencapai Rp 219,7 triliun," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangan resmi di Jakarta, Selasa (27/4).

BACA JUGA: Jurus dari Bareskrim Polri Agar Terhindar dari Investasi Bodong, Jangan Lakukan Ini!

Menukil data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Agus menyebutkan, realisasi investasi nasional tersebut naik 4,3 persen dibanding triwulan I 2020 sebesar Rp 210,7 triliun.

Rincian nilai investasi sektor industri manufaktur pada triwulan I 2021, yaitu berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 23 triliun serta penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 65,3 triliun.

BACA JUGA: Bank Indonesia: Ada Peningkatan Kredit Konsumsi, Modal Kerja hingga Investasi

"Jumlah sumbangsih tersebut melonjak dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu, yakni PMDN Rp 19,8 triliun dan PMA Rp 44,2 triliun," beber dia.

Agus menyebut, adapun dua sektor manufaktur yang mencatatkan performa gemilang sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Keduanya adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya sebesar Rp 27,9 triliun atau berkontribusi 12,7 persen, serta industri makanan Rp 21,7 triliun (9,9 persen).

"Kami sangat memberikan apresiasi kepada para pelaku industri yang masih semangat untuk melakukan ekspansi di tanah air, meskipun diterpa tekanan dampak pandemi C ovid-19. Ini sebuah kepercayaan yang berharga, yang juga akan membawa multiplier effect bagi upaya pemulihan ekonomi nasional," papar Agus.

Selama ini, lanjut dia, investasi sektor industri berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal, menggerakkan sektor industri kecil, dan memacu ekspor ke pasar global.

Oleh karenanya, Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk menjaga aktivitas sektor industri agar tetap bisa berproduksi.

Kemenperin menargetkan investasi di sektor industri manufaktur mencapai Rp 323,56 triliun pada 2021, naik Rp 58,28 triliun dari target 2020 sebesar Rp 265,28 triliun.

"Proyeksi serapan investasi ini berdasarkan asumsi pandemi Covid-19 yang terkendali dengan adanya program vaksinasi," kata Agus.

Adapun sasaran investasi yang tumbuh positif tersebut, kata Agus, juga sejalan dengan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang diproyeksikan naik menjadi 3,95 persen pada 2021.

"Investasi akan menjadi faktor penggerak pertumbuhan sektor industri," imbuhnya.

Agus menambahkan strategi lain yang bisa menjadi daya tarik bagi investor, antara lain program pembangunan kawasan industri terintegrasi, pengembangan sektor padat karya, dan pengembangan ekonomi digital.

"Hal ini sesuai dengan program prioritas yang ada di dalam road map Making Indonesia 4.0," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler