Pak Djarot Serukan Kampanye Gembira dan Santun

Rabu, 05 April 2017 – 16:57 WIB
Wakil Gubernur DKI Djarot S Hidayat. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, kampanye harus berjalan menyenangkan.

"Jadi kampanye itu harus yang menggembirakan tidak usah takut-takutin, tetap santun dan senyum," ujar Djarot saat menghadiri acara bertajuk Ngariung Bersama Warga di Lebak Bulus Raya, Cilandak, Jaksel, Rabu (5/4).

BACA JUGA: Djarot: Masalah Jakarta Adalah Kesenjangan Sosial

Pria yang naik haji bersama sang istri Happy Farida pada tahun 2000 itu juga terus menyemangati relawan dan pendukung untuk tetap optimistis menghadapi putaran kedua.

"Tadi Pak Nico sampaikan di sini kita kalah kemarin, tidak apa-apa. Nanti kita balas, kita akan menang telak di sini," kata alumnus Universitas Brawijaya dan Universitas Gadjah Mada itu.

BACA JUGA: Rindu Hati dengan Keadilan, Mari Pilih..Siapa Ayoooo

Untuk memenangkan putaran kedua, Djarot meminta relawan dan pendukung turun ke bawah guna menyapa masyarakat.

"Kalau di dalam hati kita optimistis menang, maka setelah ini harus kerja keras turun ke bawah menyapa warga. Tokoh masyarakat disapa, RT/RW disapa, alim ulama disapa," terang pria kelahiran Magelang, 6 Juli 1962 tersebut.

BACA JUGA: Oohh..Anies Takut Dijewer Panwas

Djarot memberi pesan kepada sejumlah saksi yang akan berjaga di TPS.

Saksi, kata Djarot, harus datang tepat waktu dan mengenali setiap orang yang ada di TPS.

"Saksi TPS tidak boleh telat. Harus tahu juga kenal siapa yang di situ. Jangan sampai pemilih dari luar masuk. Kita harus betul-betul pastikan di situ tidak ada kecurangan," tuturnya.

Selain itu, Djarot meminta para saksi berani mengajukan protes apabila terjadi pelanggaran.

"Saksi itu harus cepat dan tegas kalau ada pelanggaran langsung protes. Kemudian kalian lihat daftar DPT, diabsen setelah ini itu dicoret. Misalnya pemilih yang coblos pertama nama misalnya Mohammad Amin, cari ada tidak, kalau tidak ada tanya kenapa masuk," imbuh pria yang konsisten menggunakan kampanye Islam sejuk dan rahmatan lil alamin tersebut.

Sebelum menyambangi lokasi tersebut, Djarot dijadwalkan menghadiri pengajian di Majelis Taklim Nurul Jannah & Al Ghufron (Cipedak), Jalan Warung Silah, RT 2, Cipedak, Jagakarsa.

Bagi Djarot, menghadiri acara tersebut merupakan sebuah keharusan.

Selama ini, Djarot memang memiliki komitmen tinggi menjaga silahturahmi dan mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada umat muslim.

Adapun kebijakan Djarot yang berpihak pada umat muslim, di antaranya, melestarikan makam para ulama dan fasilitas ibadah untuk umat Islam di Jakarta.

Djarot juga memiliki program memperbaiki sekolah dan madrasah yang kondisinya kurang bagus.

Pelajar yang saat ini belum mendapatkan beasiswa juga akan diberi pada masa kepemimpinan Ahok-Djarot.

Djarot menambahkan, Pemda DKI sudah menjalankan KJP Santri.

KJP itu diperuntukkan bagi warga Jakarta yang menjadi santri di luar ibu kota.

Mantan Wali Kota Blitar itu mengatakan, KJP Santri bukan bentuk diskriminasi bagi umat lain.

Dia justru ingin Islam di Indonesia menyatu pada kebinekaan.

"Sekarang sedang kami data pondok pesantren mana saja yang menerina santri dari Jakarta. Sehingga, kami mempunyai hubungan dan kaitan dengan pondok pesantren yang bersangkutan. Ini perlu disampaikan, karena kami ingin santri belajar di pesatren yang mengajarkan Islam rahmatan lil alamin. Kami tak mau belajarnya di tempat yang mengajarkan Islam garis keras, mengajarkan Islam wahabi, fundamentalis, ISIS, dan yang sejenisnya," kata Djarot. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Djarot: FBR Sahabat Kami


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler