Pak Luhut dan Pak BGS, Tolong! Rakyat NTB Kekurangan Vaksin

Senin, 20 September 2021 – 08:43 WIB
Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Mohammad Iqbal bersama Danrem 162 Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Sekda NTB Lalu Gita Aryadi melaksanakan Apel Gabungan Tim Vaksinator dalam rangka Percepatan Laju Vaksinasi Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (19/9). Dokpri

jpnn.com, MATARAM - Pemerintah Provinsi NTB telah meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan juga Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengirimkan stok vaksin untuk disuntikkan kepada masyarakat di Lombok Tengah.

Salah satu persyaratan untuk melaksanakan World Superbike 2021 di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada November mendatang ialah terciptanya herd immunity atau vaksinasi mencapai 70 persen dari populasi.

BACA JUGA: Miss Indonesia 2020 Carla Yules Menyemangati Warga Desa Mau Vaksin

Namun, saat ini, stok vaksin untuk Lombok Tengah masih sangat kurang.

Pemprov NTB pun menagih janji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menyediakan stok demi kelancaran komitmen bersama melaksanakan agenda internasional itu.

BACA JUGA: TNI-Polri Kompak Menghelat Vaksinasi demi World Superbike Champion 2021

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemerintah Provinsi NTB dr Lalu Hamzi Fikri mengatakan stok vaksin untuk Lombok Tengah saat ini hanya 61 ribu dosis.

Sebanyak 41 ribu dosis vaksin disuntikkan kepada masyarakat di Lombok Tengah pada Minggu (19/9).

BACA JUGA: Sandiaga Uno Jabarkan Sistem Gelembung di World Superbike 2021

NTB membutuhkan 1,3 juta dosis tambahan agar terciptanya herd immunity di Lombok Tengah.

Apabila pemerintah pusat tidak menurunkan stok vaksin ke NTB dalam waktu dekat, maka akan terjadi kekosongan.

"Kami sudah minta khusus untuk Lombok Tengah 1,3 juta lebih (dosis vaksin). Sudah kami minta juga lewat Pak Gubernur, juga ke Pak Luhut (Binsar Panjaitan), langsung juga kepada para petinggi-petinggi di Kemenkes untuk mendukung ini," kata dia di sela-sela Apel Gabungan Tim Vaksinator dalam rangka Percepatan Laju Vaksinasi Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Kabupaten Lombok Tengah yang diselenggarakan di Kantor Bupati Lombok Tengah, Minggu (19/9).

TNI, Polri, dan pemerintah provinsi serta kabupaten menyelenggarakan Apel Gabungan Tim Vaksinator hari ini. Sebanyak 150 tim paramedis dibentuk dan dilepaskan turun ke masyarakat. Masing-masing tim berisi tujuh petugas yang bekerja melakukan skrining, vaksinator, dan observasi.

Tim itu disebar di 139 desa di 12 kecamatan yang ada di Lombok Tengah. Target tim ini ialah melakukan vaksinasi sebanyak 41.018 dosis per hari kepada masyarakat.

Sekda NTB Lalu Gita Aryadi yang hadir mewakili Gubernur NTB mengatakan daerahnya dalam waktu dekat akan melaksanakan perhelatan internasional World Superbike 2021.

Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya mendapatkan stok vaksin untuk diberikan kepada TNI-Polri sebagai garda terdepan vaksinasi.

"Kami siap mendukung kerja-kerja Pak Kapolda dan Pak Danrem. Detail jumlah vaksinasi, begitu selesai tidak ada yang harus tertahan, digunakan, digelontorkan kemudian terlaporkan. Kami segera mendapatkan suplai dengan target tepat waktu 5 Oktober 2021 persembahan 70 persen untuk Lombok Tengah," jelas dia.

Jumlah penduduk Lombok Tengah adalah 1.053.280 jiwa. Sedangkan 70 persen dari angka populasi untuk mencapai herd immunity ialah 767.700 jiwa.

Saat ini baru sekitar 20 persen penduduk Lombok Tengah yang sudah divaksin.

Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal menambahkan tim vaksinator TNI-Polri yang dikerahkan akan bekerja setiap hari menyuntikkan 41.018 dosis vaksin kepada masyarakat untuk mencapai herd immunity pada 5 Oktober 2021 mendatang.

Angka itu harus dikejar demi kelancaran pelaksanaan World Superbike di Mandalika.

"Harapan saya selaku Kapolda, terus tentunya Pak Danrem juga, Pak Sekda, Kemenkes dropping vaksin saja sesegera mungkin ke Lombok Tengah sejumlah 1,3 juta lebih itu. Kami siap, kami akan suntikkan khusus ke Lombok Tengah. Kami akan kelola dan menghabiskan satu hari minimal 41.018 ribu dosis," kata dia.

Danrem 162 Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan pihaknya sudah menyiapkan tenaga kesehatan untuk mempercepat vaksinasi di Lombok Tengah. Dia mengatakan tenaga kesehatan dari Polri dan Pemda serta sukarelawan juga akan membantu pelaksanaan vaksinasi itu.

"Harapan terget 41 ribu itu tercapai. Dengan harapan 5 Oktober nanti dihadiahkan kepada TNI dan masyrakat bahwa Lombok Tengah sudah herd immunity 70 persen sehingga bisa melaksanakan World Superbike," katanya. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Adek
Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler