Pakai Sepeda Motor, Gubernur NTB Memboncengkan Istri ke Tengah Sirkuit Mandalika, Ada Apa?

Minggu, 22 Agustus 2021 – 22:51 WIB
Gubernur NTB Zulkieflimansyah memboncengkan istri ke tengah Sirkuit Mandalika. Foto: Facebook Bang Zul Zulkieflimansyah

jpnn.com, LOMBOK TENGAH - Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah memboncengkan istri, Hj Niken Saptarini Widyawati, naik sepeda motor menuju Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Minggu.

Gubernur secara langsung meninjau kondisi warga yang masih memilih bertahan dan tinggal di tengah Sirkuit Mandalika.

BACA JUGA: Pelaku Menjebak Orang Tua Sendiri, Kombes Helmi: Modusnya Kejam

Melalui unggahan di akun Facebook miliknya, Zulkieflimansyah, kedatangannya ke tempat itu karena penasaran ingin melihat secara langsung keadaan masyarakat yang viral dan jadi berita nasional karena terjebak di tengah Sirkuit MotoGP Mandalika.

"Turun langsung begini buat saya menarik karena pertama, saya emang senang bertemu langsung dengan masyarakat. Jadi, seperti hobi yang menghadirkan keasyikan tersendiri," ujar dia.

BACA JUGA: Pesta Sinden Karawitan Madura Mendadak Berhenti, Para Undangan Riuh

Kedua, menurut gubernur NTB itu, agar mengerti dan meresapi langsung yang ada di lapangan.

Gubernur mengakui warga ternyata memang perlu mendapat perhatian walaupun tidak seheboh yang diberitakan di media.

BACA JUGA: Kabur dari Rutan, Narapidana Ini tak Kuat Bertahan di Hutan, Kibarkan Bendera Putih

Masyarakat yang berada di tengah sirkuit, setelah aspal sirkuit rampung 100 persen, kesulitan dan terbatas untuk akses jalan baik keluar maupun masuk ke pemukimannya.

Menurut dia, hal itu disebabkan pihak pekerja sirkuit sedang fokus menyelesaikan tahap akhir serta beban pekerjaan yang banyak dan ekstra.

"Apalagi yang bertanggungjawab terhadap proyek banyak. Terdiri dari Wika, PP, ITDC, MGPA dan lain-lain. Hal ini salah satu penyebab sehingga akses jalan keluar masuk masyarakat sempat terabaikan," ungkapnya.

Untuk itu, menurut dia, sebagai pengelola KEK Mandalika dan sirkuit, ITDC harus memperbaiki pola komunikasi dengan kontraktor-kontraktor di lapangan, agar hal-hal seperti kemarin tidak terjadi lagi akibat miskomunikasi.

"Ada dua akses keluar masuk untuk warga yang berada di tengah sirkuit yaitu Tunnel atau terowongan 1 dan Tunnel 2. Persoalan beberapa hari yang lalu, terowongannya dipenuhi air akibat rembesan sehingga susah dilewati masyarakat," terang Bang Zul sapaan akrabnya.

Oleh karena itu, dia meminta agar ITDC atau kontraktor yang bertanggungjawab terhadap hal tersebut, harus segera mengatasi masalah terowongan yang dipenuhi air sehingga tidak lagi terjadi hal yang sama.

Selain itu, menurut gubernur, lokasi di dalam Sirkuit Mandalika, tempat pemukiman warga memang indah.

Pemandangan laut yang indah serta menghadap Sirkuit MotoGP memang menghasilkan sensasi dan pesona tersendiri.

"Jadi, kalau ITDC mau menjadikannya sebagai pemukiman memang sangat masuk akal," ungkap Bang Zul.

Warga yang ada di area sirkuit juga mengaku apabila tanahnya sudah dibayar, ingin segera pindah.

Bang Zul mengatakan kalau ITDC ingin warga tetap bertahan dan berada di dalam area sirkuit, karena keterbatasan dana sehingga tidak mampu membayar ganti rugi tanah warga, maka solusi jangka pendeknya harus segera ditemukan.

Namun, kalau ITDC ingin tetap mempertahankan masyarakat yang ada di dalam sirkuit, maka harus segera ditata dan diberdayakan segera. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pantau Kesiapan MotoGP, Sandiaga: Penggantian Lahan Sirkuit Mandalika sudah Sesuai Ketentuan


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler